This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label alkisah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label alkisah. Tampilkan semua postingan

Rabu, 11 September 2019

Kisah Al-Qur'an: Nabi Ibrahim Mencari Tuhan

mencari Tuhan
"Aku tidak Suka Yang Tenggelam

"Ketika malam telah menjadi gelap, dia melihat sebuah bintang, (lalu) dia berkata, 'inilah Tuhanku?' Tetapi tatkala bintang itu tenggelam, dia berkata, 'Aku tidak suka kepada yang tenggelam'." - QS. Al-An'am (6): 76.

NABI Ibrahim AS hidup ditengah bangsa Suryaniyyah di tanah Babilonia. Masyarakat yang dibawah naungan pemerintah raja Namrudz itu memeluk berbagai agama, tetapi tidak satupun yang menyembah agama tauhid. Agama yang mereka peluk adalah agama para penyembaha berhala, matahari, bulan, bintang, dan lain-lain.
Sejak kecil, Nabi Ibrahim berbaur dengan masyarakat yang menyembah berbagai agama duniawi itu. Bahkan ayah Nabi Ibrahim sendiri, Azar, selain penyembah berhala, juga pemahat patung. Jadi, dalam lingkungan keluarganya sendiri, kepercayaan menyembah patung berkembang dengan subur. 

Alhamdulillah, Nabi Ibrahim, yang memang sejak kecil telah dipilih Allah Subhanahu Wa Ta'ala untuk mengemban pesan-pesan Allah dalam agama tauhid, terhindar dari pengaruh buruk itu. Ketika masih remaja, Nabi Ibrahim mempertanyakan ihwal penyembahan matahari dan bulan kepada sekelompok anggota masyarakat disekitarnya. Menurut Ahmad Musthafa Al-Maraghi dalam Tafsir Al-Maraghi, terjadilah perdebatan antara Nabi Ibrahim dan mereka. 

Ketika Allah Ta'ala mulai memperlihatkan kerajaan langit dan bumi kepada Nabi Ibrahim, ceritanya adalah sebagai berikut:
Ketika malam telah genap dan menutupi alam bumi sekitarnya, beliau memandang kerajaan langit. Dilihatnya sebuah bintang besar yang menonjol daripada bintang-bintang lainnya, karena sinarnya yang berkilauan, yaitu bintang yang merupakan tuhan terbesar bagi sebagian peyembah bintang dari bangsa Yunani dan Romawi kuno. 

Ketika melihat kejadian itu, Ibrahim berkata, "Inilah Tuhanku." - QS Al An'am (6): 76.
Tetapi tatkala bintang itu tenggelam, Nabi Ibrahim berkata, "Sesungguhnya aku tidak menyukai apa yang tenggelam." 

Imam Ghazali dalam kitabnya yang berjudul Al-Qisthas Al-Mustaqim (Neraca Kebenaran) menguraikan ihwal ilmu mantiq dengan menggunakan contoh kisah Al-Khalil Ibrahim. Logika dari perkataan Nabi Ibrahim AS adalah bahwasanya Tuhan tidak bisa terbenam, sedang bintang bisa terbenam, maka bintang bukanlah Tuhan.
Begitu juga, ketika di lain malam, sebagaimana dinukilkan di dalam Al-Qur'an surah Al-an'am ayat 77-70, Nabi Ibrahim melihat permulaan terbitnya bulan dari balik ufuk, ia berkata, "Inilah Tuhanku." 

Namun pada siang harinya, Nabi Ibrahim menunjuk kepada matahari. Beliau berkata, "Yang aku lihat sekarang inilah Tuhanku." Mengapa? Karena, "Ia lebih besar dari bintang dan bulan." Namun ketika matahari tenggelam, padahal ia tampak lebih besar, cahayanya lebih terang, dan sinarnya lebih tajam daripada bulan dan bintang, Nabi Ibrahim berkata sambil mendengarkannya kepada orang-orang di sekitarnya, "Sesungguhnya aku menghadapkan diriku kepada Tuhan, Yang mencipkan langit dan bumi, dengan cenderung kepada agama yang benar (hanifa'), dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan." - QS Al-An'am (6): 79. 

Demikianlah contoh pertumbuhan atau perkembangan iman yang terjadi pada semua manusia. Allah mencontohkan Nabi Ibrahim, sebab beliau akan dijadika imam, contoh orang yang ingin mencapai imam tauhid yang sempurna.





SB, dari berbagai sumber*AP 


Sumber (Majalah alKisah No 19/ Tahun IX/19 September-2 Oktober 2011.

Sabtu, 25 Juli 2015

Islam di Rusia (Bagian 2)

Sembunyi-sembunyi
Salah satu saksi bisu bagaimana syi'ar Islam di Rusia berkembang adalah Masjid Sabornaya atau Masjid Agung Moskow, yang berada di kawasan Prospect Mira. Maka jangan heran, masyarakat setempat menyebutnya Masjid Prospect Mira. Tempat beribadah ini juga berada persis di samping salah satu stadion terbesar Rusia, Olympic Moskow atau Olimysky. 
MASJID SABORNAYA, MASJID AGUNG MOSKOW. Kontribusi untuk para pejuang di medan perang
MASJID SABORNAYA, MASJID AGUNG MOSKOW. Kontribusi untuk para pejuang di medan perang

Meski ada empat masjid di Moskow, hanya Sabornaya yang diakui pemerintah. Adzan bebas berkumandang disini, tidak seperti di masjid lainnya. 

Sabornaya, yang dibangun tahun 1904 oleh arsitek Nikolai Alekseyevich Zhukov, pembangunannya disponsori oleh seorang saudagar, Yusupovich Yerzin. Hanya butuh waktu lima bulan untuk mendirikan tempat beribadah ini. Imam masjid pertama, Badriddin Hazrat

MUSLIMIN DAN MUSLIMAT DI RUSIA. Berbagi pengalaman dalam syi'ar Islam
MUSLIMIN DAN MUSLIMAT DI RUSIA. Berbagi pengalaman dalam syi'ar Islam
Alimov, mengajukan izin kepada pemerintah Moskow untuk menggunakan masjid itu sebagai tempat beribadah pada 27 November 1904. 

Pada perang Dunia I dan II, bangunan ini menjadi tempat penggalangan bantuan dari masyarakat untuk para pejuang di medan perang. Bahkan pernah juga digunakan sebagai tempat perlindungan.
Tahun 1960-1970, Para imam masjid mempunyai peran besar dalam mencairkan hubungan antara Uni Soviet dan dunia Islam, termasuk negara-negara Arab. Hubungan dengan negara-negara tetangga mencair. Presiden Mesir Gamal Abdul Naser, Presiden Libya Muammar Khadafi, Presiden Iran Muhammad Khatami, Presiden Turki Abdullah Gyul, PM Malaysia Mahathir Muhammad dan Presiden Indonesia pertama Soekarno, pernah berkunjung ke masjid agung ini. 

Bangunannya memang tidak memadai untuk menampung umat Islam Moskow, yang mencapai 2,5 juta jiwa. Oleh karena itu, Presiden Federasi Rusia Dimitri Medvedev pun akhirnya menyetujui bangunan ini diperluas. Luas totalnya lebih dari 26.000/m2. Kompleks itu meliputi masjid, gedung dewan pengurus, gedun serbaguna, dan tempat perbelanjaan. Masjid in mampu menampung sekitar 6.000 jama'ah.
Saya bisa merasakan semangat kaum muslim disini. Usai shalat, jama'ah biasanya saling berbagi pengalaman mereka dalam syi'ar Islam. 

Kisah yang selalu menarik perhatian sesama umat disana adalah cerita dari jama'ah yang asalnya dari Tatarstan, wilayah Rusia, yang didominasi umat muslim, dan umat dari wilayah Chechnya, yang sejak lama ingin memisahkan diri dari Rusia. 
 
SVET ZACHAROV. Cinta Indonesia
SVET ZACHAROV. Cinta Indonesia

Salah satu imam masjid Sabornaya yang saya temui, Itdar Alautdinov, mencritakan, zaman Uni Soviet, kaum muslim beribadah sembunyi-sembunyi. Jika ketahuan oleh mata-mata KGB, mereka bisa dikenai hukuman berat.

Selalu Berbatik
Pemerintah Rusia kini ingin menunjukkan keseriusan mereka, menghargai masyarakatnya memeluk agama menurut kepercayaan mereka masing-masing. Salah satunya dengan memberi izin berlangsungnya Konferensi Tingkat Tinggi Muslim yang diadakan di Pillar Hall of Unions, atau Koloni Zall, tahun 2009. Tempat ini adalah tempat dahulu mayat Lenin disemayamkan, sebelum disimpan dalam mausoleum di Lapangan Merah. 

Perwakilan dari 40 negara, termasuk Indonesia, hadir. Adalah Dewan Mufti Rusia, Organisasi Konferensi Islam atau Oki, dan Kementerian Luar Negeri Rusia yang menggagas acara ini. Syaikh Ravil Gaitnudin, pemimpin Dewan Mufti Rusia, berharap bisa mempererat hubungan Rusia dengan negara-negara muslim. Wajar, bila mengingat jumlah umat Islam Rusia hampir 25 juta jiwa. Mungkin saja, suatu saat negara ini menjadi kekuatan baru Islam dunia. 

Beruntung sekali saya bisa berkenalan dngan Svet Zacharov, salah satu peserta KTT Muslim, yang lancar sekali berbahasa Indonesia. Bukan hanya itu, beliau yang pernah bekerja sebagai wartawan di Harian Merdeka masa ke pemimpinan (alm.) B.M. Diah, paling suka mengenakan batik, tanda kecintaannya kepada Indonesia. Era 1980-an, Zacharov pernah menjabat wakil kepala penerangan Kedutaan Besar Uni Soviet di Jakarta, selain sebagai koresponden untuk Uni Soviet dan Eropa Timur. 

Zacharov, kakek tiga cucu yang sering menulis ihwal Indonesia bagi media massa Rusia, adalah alumnus Fakultas Ketimuran Jurusan Indonesia di Institut Negeri Moskow. Ia juga telah menerbitkan kamus percakapan Indonesia-Rusia. 

ST/FT: YS Daya, berbagai sumber/Thanks to: Yulika Sastria Daya & Ninok Hariyani, executive producer Jejak Islam*AP


Sumber (Majalah alKisah No. 11/ Tahun IX/30 Mei-12 Juni 2011)

Jumat, 24 Juli 2015

Islam di Rusia (Bagian 1)

Islam di Rusia (Bagian 1)

Potensial Menjadi Kekuatan Baru Islam Dunia

Yulika Sastria Daya, host JEJAK islam dan Backpacker yang rerun di TV One, ketika bertugas ke Moskow berhasil melihat perkembangan komunitas muslim di Negeri Beruang Merah itu dari dekat. Pengalamannya ia ceritakan untuk pembaca alKisah... 

RUSIA, negara yang berada di sebelah utara benua Asia dan timur benua Eropa, kini memberi kebebasan warga negaranya untuk memilih agama menurut kepercayaan masing-masing. Padahal waktu negara ini masih menjadi bagian dari Uni Soviet, ajaran agama apa pun tidak diperbolehkan berkembang disini. Seluruh tempat ibadah ditutup. Literatur agama dimusnahkan. Pemimpin umat beragama pun memperoleh tekanan keras. Mereka tidak memiliki kesempatan untuk bersosialisasi. Namun kondisi ini berubah membaik, sejak Uni Soviet jatuh tahun 1991. Rusia memberi kebebasan warga negaranya untuk memeluk agama sesuai kepercayaan mereka masing-masing. 

Mayoritas penduduk Rusia kini, hampir 80%-nya memeluk agama Kristen Orthodoks. Pemeluk agama Islam sendiri sekitar 25 juta jiwa atau 15% dari total penduduk Rusia yang keseluruhannya sekitar 145 juta jiwa.
Muslim di Rusia sebagian besar berada di Tatarstan dan Bashkirs. Sebagian lagi tinggal di antara suku bangsa minoritas, seperti Dageshtan, Ingushetia, dan Chechnya. Selain penduduk asli, status pemeluk agama Islam di sana awalnya imigran dari negara tetangga yang dulu merupakan bagian daru Uni Soviet, seperti Kirgistan, Uzbekistan, dan Kazakhstan. 

Menurut catatan sejarah, syi'ar Islam pertama kali masuk di wilayah Dageshtan pada abad kedelapan. Tahun 922 Masehi, pemerintah Islam pertama berdiri dengan nama Volgabulgaria. Tidak lama kemudian, bangsa Tatarstan ikut memeluk agama Islam, hingga akhirnya menjadi mayoritas Islam terbesar di Rusia. 

7.000 Masjid
Melihat perkembangan agama Islam di Rusia sungguh mengharukan. Tahun 1522, sejarah kelam penindasan kaum muslim di Rusia tidak bisa dilupakan. Berawal dari penakhlukan Kazan, ibu kota Tatarstan, ketika Tsar Rusia berkuasa. Masjid-masjid dihancurkan. Terjadi diskriminasi. Umat Islam disana hanya diperbolehkan bekerja di sektor rendahan. Gerak mereka dibatasi di semua bidang. 

Penderitaan kaum muslim di negara ini berlanjut dengan pengusiran bangsa Tatarstan. Mereka diminta memilih: tinggal di wilayah yang sangat jauh di Rusia, atau masuk dalam kekuasaan Ottoman Turki. Tidak mengherankan bila mayoritas bangsa Tatarstan kini tinggal jauh dari tanah airnya sendiri. 

Penderitaan umat Islam belum berakhir. Rezim komunis ketika pemerintahan Uni Soviet berkuasa melarang semua ajaran agama berkembang. Masjid-masjid ditutup dan dialihfungsikan menjadi gudang. Bahkan ketika Stalin berkuasa tahun 1944, deportasi besar-besaran terjadi. Kaum muslim terpaksa pindah ke negara satelit Uni Soviet, seperti Uzbekishtan, Kazakhstan. Ratusan ribu orang bekerja dalam skala industri massif sistem Gulag Soviet. 

Namun kondisi membaik setelah pemerintahan komunis Uni Soviet hancur tahun 1991. Kehidupan beragama, terutama syiar Islam, tidak lagi mendapat tekanan dari pemerintah. Selama 15 tahun terakhir, perkembangan muslim di Rusia meningkat 40%. Tempat beribadah pun bebas dibangun. Sekitar 7.000 masjid kini berdiri dan digunakan untuk kaum muslim beribadah.


Kamis, 23 Juli 2015

Jasadnya tak Tersentuh Makhluk Bumi

Jasadnya tak Tersentuh Makhluk Bumi

Bukankah sudah begitu banyak bukti yang Allah SWT perlihatkan di muka bumi ini agar manuisa menjadi sadar? 

Orang-orang ramai mengitari pemakaman. Mereka adalah sanak kerabat yang akan menyaksikan pemindahan kerangka di pemakaman itu. Sebagian tanah makam akan di jadikan jalan umum untuk memperlancar arus lalu lintas yang semakin ramai.

Pada awalnya eksekusi itu berlangsung alot, tidak semua ahli waris mau menerima rencana proyek itu. Mereka menyayangkan mengapa harus tanah makam yang dikorbankan.
Satu per satu kerangka mulai dipindahkan dengan hati-hati. Beberapa penggali kubur terus berkutat dengan tanah, membongkar kuburan yang telah ditentukan. Seorang Ustadz ikut serta mendampingi ahli waris dalam setiap proses pemindahan.

"Kuburan H.M. Shaleh, mana ahli warisnya" tanya si Ustadz ketika akan membongkar makam terakhir. Para penggali kubur bersiap-siap dengan cangkul dan linggis.
Tiga wanita berpakaian muslim dan empat pria maju ke dekat kuburan. Ingin menyaksikan makam ayah mereka digali.
"Mari kita berdoa agar penggalian berlangsung lancar, dan semoga arwah almarhum tenang dan damai, karena kerangkanya akan dipindahkan," kata sang Ustadz.

Mereka berdoa membaca surah Al-Fatihah, dan para penggali mulai mengerjakan tugasnya.
Panas mentari mulai terasa menyengat. Walau sudah dimulai agak pagi, tetap saja, ketika giliran makam terakhir digali, panas mulai menyengat. Orang-orang yang ramai di pemakaman itu mulai kegerahan, beberapa wanita mengembangkan payung yang dibawanya. Peluh mengucur di wajah para penggali kubur.
Dengan cepat mereka sudah hampir sampai di posisi jenazah bersemayam. Namun tiba-tiba seorang penggali kubur meloncat keluar sambil bertakbir dan mengucapkan istighfar. "Allahu Akbar, astaughfirullah."
Orang-orang yang kegerahan dan berteduh di bawah beberapa pohon kamboja mendekat. "Ada apa? Ada apa?"
"Kain kafannya utuh, masih terikat dengan sempurna, tidak ada cacat sedikitpun," tutur sang penggali kubur dengan napas terengah-engah.
Beberapa ahli waris H.M. Shaleh mendekat, begitu juga sang Ustadz, yang mengawasi penggalian.
"Teruskan saja. Mungkin salah seorang anaknya bisa mendampingi?" kata sang Ustadz berusaha menenangkan situasi.
Salah seorang putra almarhum mendekat dan masuk ke liang kubur bersama penggali kubur.
Benar apa yang dikatakan oleh pengali kubur, jasad ayahnya masih utuh, kain kafannya tidak ada robek sedikitpun.
Anaknya itu mengingat-ingat, ayahnya wafat ketika dia berumur lima tahun sekarang dia sudah berumur 45 tahun, empat puluh tahun yang lalu, tapi jasad ayahnya masih utuh.
Keluarga beramai-ramai mendekat ke liang lahat.

Dengan hati-hati para penggali kubur mengangkat jasad ke tepi liang kubur. Subhanallah, masih berat.
Pekik takbir dan tasbih yang membahana membuat orang ramai berkerumun di lokasi kuburan itu. Terlihat wajah sekilas almarhum masih utuh dan tampak mengulas senyum.
Keranda diturunkan dari mobil jenazah yang disiapkan untuk membawa kerangka-kerangka.
"Ahli waris mohon membuka kain kafan, untuk memastikan apakah jasad benar utuh atau tidak," ujar si Ustadz menyarankan.

Seorang wanita paruh baya memberanikan diri untuk mendekat, ia anak kedua H.M. Shaleh. Ia berdoa dekat jasad ayahnya lalu membuka ikatan kafan satu persatu.
Setelah semuanya terbuka, pekikan takbir kembali terdengar. Keluarga seolah menyaksikan kembali wajah H.M. Shaleh ketika hidup. Tidak kurang sesuatu apa pun, persis seperti ketika dikuburkan 40 ahun yang lalu.

Beberapa kerabat yang lain bertangisan tapi juga memuji kebesaran Allah SWT. Sebuah kejadian langka, yang tentu menyimpan banyak kisah dibalikna.
Menjelang adzan zhuhur berkumandang, prosesi pemindahan jenazah berakhir.
Siapakah dia, yang jasadnya tidak disentuh oleh makhluk bumi? Siapakah dia, yang diharamkan jasadnya dimakan makhluk di dalam tanah, seperti yang dijanjikan oleh Allah SWT untuk setiap kekasih yang dicintai-Nya?

Hafizh yang Sederhana 
Kawasan Bojong Gede, Bogor, di awal tahun '40-an' tidaklah seramai sekarang. Kebun buah masih banyak ditemui di mana-mana. Tanah yang subur dan air yang melimpah membuat penduduknya hidup dalam kecukupan. Sebagian besar penduduk menjadikan pertanian, terutama berkebun buah, sebagai mata pencaharian mereka.
Tapi ada satu keluarga, yang dianggap alim oleh penduduk, hanya berkebun ala kadarnya. Mereka turun temurun lebih berfokus pada dakwah dan menjadi guru mengaji.

Pak Shaleh, yang menjadi motor keluarga itu, adalah keluaran pesantren ternama di Jawa Timur dan seorang yang hafal Al-Qurlan. Ia dan keluarganya adalah pendakwah yang pantas diteladani dalam segala hal. Tidak pernah mengeluh menghadapi kehidupan, menuntun penduduk dengan ikhlas untuk mengaji dan mengerti agama.
Ia tidak pernah menonjolkan diri, tapi agama yang dipeluknya membuatnya dihormati oleh orang lain kerena ilmunya. Bagi seorang penghafal Al-Qur'an, akhlaq adalah sesuatu yang sangat utama. Karena, kalau ada yang berjalan tidak sesuai dengan syari'at yang telah ditentukan oleh Allah, sulit banginya untuk menjadi seorang penghafal Al-Qur'an. Menjadi seorang hafizh bukanlah hanya perkara hafal menghafal, tapi juga mencakup seluruh keutamaan yang harus dipunyai.

Pak Shaleh mendidik keluarganya dengan penuh kasih sayang, mengamalkan agama dengan ikhlas, dan hidup dengan sederhana sesuai yang dicontohkan Rasulullah SAW. Akhlaqnya yang begitu mulia dikenang penduduk dan lekat dalam memori mereka. Ketika nama Pak Shaleh disebut, beberapa orang tua yang masih hidup dan pernah bertemu dengannya menyebut namanya dengan ta'zhim. Dan ketika diceritakan ihwal peristiwa yang baru terjadi menyangkut jasad Pak Shaleh, mereka tidak kaget.
Pak Shaleh tidak pernah muluk-muluk dalam hidupnya, apa yang dilakukannya adalah apa yang pernah dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Dalam bergaul dengan sesama, mengahadapi obyek dakwah, bergaul dengan keluarga, semuanya mencontohkan Rasulullah SAW.

Sifat sederhana dan menerima apa adanya tercermin dari hidupnya sehari-hari. Dalam membagi ilmu, ia tidak pernah menyembunyikan apapun. Banyak kader yang dibinanya dengan tulus untuk melanjutkan estafet menghafal Al-Qur'an, dan semuanya tidak pernah dipungut bayaran.
Karena apa yang dilakukan tidak pernah sedikit pun keluar dari rel yang telah ditentukan oleh Allah SWT, hidupnya pun dijamin oleh Allah SWT. Bukankah Allah SWT tidak pernah ingkar dengan janji-janji-Nya? Apa saja kebutuhan hidup terpenuhi, walau ia tidak pernah meminta imbalan apapun dari kegiatan dakwah yang dilakukannya.

Banyak sekali keutamaan yang dimiliki Pak Shaleh, sehingga ia pun jadi teladan bagi masyarakat di sekitarnya. Mereka yang dulu kanak-kanak dan kini sudah sepuh mengenangnya sebagai guru mengaji yang penyayang dan berhati lembut. "Beliau tidak pernah marah, dan dengan telaten membetulkan setiap hafalan muridnya yang sering salah," kenang seorang laki-laki sepuh yang ketika menjadi muridnya masih duduk di sekolah rakyat.

Harimau mati meninggalkan belang, manuisa mati meninggalkan nama harum yang selalu dikenang. Berita tentang jasad utuhnya ketika kuburan digali menjadi buah bibir di kawasan Bojong. Itu adalah salah satu bukti kebesaran Allah SWT perlihatkan di muka bumi ini agar manusia menjadi sadar? Tapi mengapa kebanyakan manusia tidak memikirkannya dan tidak mengambil pelajaran?  
IMR*AP 



Sumber (Majalah alkisah No. 19/Tahun IX/19 September-2 Oktober 2011)

Senin, 20 Juli 2015

Beda Mukmin dengan Muslim

Islam sahabat Rasulullah
Mukmin adalah orang yang beriman kepada Allah sedang muslim adalah orang yang menerima agama Islam. Kita berdoa agar selalu menjadi mukmin dan meninggal sebagai mukmin. 

Samakah muslim dengan mukmin? Dari segi kata saja lain, apalagi dari segi maknanya. Penjelasannya terdapat dalam suatu hadist Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan sahabat Sa'ad Radhiyallahu' Anhu.
"Suatu hari aku duduk bersama Nabi SAW. Beliau menolong beberapa orang. Namun, beliau tidak memberikan apa pun kepada seseorang yang dalam anggapanku adalah terbaik diantara mereka.
Melihat hal itu, aku berkata, 'Wahai Rasulullah, engkau tidak memberi apa pun kepada orang ini padahal aku yakin dia adalah mukmin yang baik.' 

Nabi menjawab, 'Jangan mengatakan dia mukmin, sebaiknya sebut saja muslim.'
Aku terdiam beberapa saat, tetapi aku tidak dapat menahan perasaanku kepada orang itu. Jadi, aku berkata lagi dengan mengatakan bahwa orang itu seorang mukmin. 

Sekali lagi Nabi SAW mengatakan bahwa orang itu adalah seorang muslim.
Ketika aku mengulangi perkataanku untuk ketiga kalinya, Nabi SAW berkata, 'Wahai Sa'ad, sering aku menolong seseorang yang tampaknya tidak memerlukan pertolongan karena menurutku imannya masih lemah. Aku khawatir jika aku tidak menolongnya dan membesarkan hatinya ia akan berpaling (dari Islam) dan masuk neraka'." (HR Al-Bukhari) 

Dalam strategi dakwah, membantu muslim yang lemah itu disebut ta'lif al-qulub (melunakkan hati). Dalam kisah di atas, Nabi SAW ingin mengatakan bahwa anugerah terbesar iman tidaklah tertanam dalam hati manusia dalam sekejab. Pada saat iman seseorang sedang lemah, pada saat ia mengalami kemalangan dan masa sulit, imannya akan semakin melemah dan akan mengakibatkan ia terjerumus dalam kegelapan.

 Mukmin berarti orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Ia telah siap menjalani hidupnya sesuai dengan ajaran Islam. Ia mematuhi aturan dan ketentuan syari'ah. Ia adalah orang yang tidak ragu-ragu mengorbankan hidupnya demi imannya. Hanya sedikit orang yang seperti itu di tengah umat. Sedang muslim berarti orang yang menerima dan memeluk agama Islam.

Rasulullah SAW memberikan pelajaran kepada Sa'ad karena ia belum bisa membedakan mukmin dan muslim.
Kita berdoa, mudah-mudahan kita menjadi mukmin yang meninggal sebagai mukmin pula. Amin.
SB, dari berbagai sumber*AP



Sumber (Majalah alKisah No. 19/Tahun IX/19 September-2 Oktober 2011)

Minggu, 05 Juli 2015

Gelisah Terhadap Kepalsuan

Frop. Roger Garaudy
Frof. Roger Garaudy
"Sungguh ajaib , tiba-tiba saya melihat Tuhan di wajah para anggota regu tembak itu. Inilah perkenalan pertama saya dengan Islam."

 Roger Garaudy masuk Islam setelah melalui proses perenungan yang panjang dan mendalam. Ia membuat perbandingan yang proporsional antar agama Kristen, yang pernah dianutnya, dan pengalaman hidupnya yang penuh warna. Hingga akhirnya ia memutuskan masuk Islam pada tanggal 2 Juli 1982, bertepatan dengan 11 Ramadhan 1402 H. 
Sebelumnya ia merasa, hidupnya selalu tersiksa oleh sistem di Barat. Timbul pertentangan antara akal dan perasaan. Banyak perkara yang dalam pandangan akal dinilai benar tetapi menurut perasaan tidak benar.
"Saya berusaha mencari titik jemu antara akal dan perasaan, dan tidak dapat saya peroleh kecuali dalam Islam", katanya. "Agama ini menawarkan sejumlah dogma yang tidak hanya boleh dicerna dengan perasaan, melainkan juga dengan pikiran. Begitu banyak ayat yang membicarakan fenomena alam, tak satu pun yang bisa dibohongkan oleh sains modern."
Ia pun mengatakan, "Islam juga memberikan kepada kita pemahaman bahwa manusia dan alam dengan segala isinya adalah satu kesatuan yang tak terpisahkan, karena sama-sama makhluk ciptaan Tuhan. Dengan membina keselarasan pada titik temu antaa manusia dan alam itulah kita akan mendapatkan makna hidup. Di sana pula kita akan berhadapan dengan satu-satunya fakta, yaitu keagungan sistem totalitas yang sanggup mengatur harmonisasi alam dengan manusia dan jiwanya."
Roger Garaudy sampai pada kesimpulan, Islam diturunkan untuk menjadi pedoman manusia dalam mengelola alam, membimbing yang patut dan tidak patut dilakukan. Sebab dengan nafsu dan akalnya manusia sering mengelak dari norma-norma yang mengaturnya, sementara makhluk-makhluk lain tidak. Karena itu manusia memerlukan agama. Cukup dengan manusia beragama, otomatis makhluk-makhluk lain akan terlindungi.
Iya juga yakin, telaahnya itu tidak lahir secara emosional, karena sampai detik itu ia belum menjadi pemeluk agama Islam. "Saya hanya ingin bersikap jujur bahwa ajaran Ibrahim AS, Isa AS, dan Muhammad SAW ternyata saling menyempurnakan. Masalah itu sering dikemukakan Muhammad SAW dengan pernyataan bahwa kedatangannya tidak membawa agama baru, tetapi untuk mengingatkan manusia akan agama Nabi Ibrahim AS serta untuk meluruskan ajaran Tuhan yangsudah dibelokkan dari aslinya. Seperti perubahan ajaran Isa AS, yang tadinya monotheis mutlak menjadi semu, dengan kredo Trinitas yang dicetuskan dalam Konsili Nicea tahun 325 M."

Allahu Akbar
Selanjutnya ia mengaku bahwa titik temu terbesar dari semua kerancuannya adalah pada seruan takbir Allahu Akbar. Disitulah letak manifestasi kemerdekaan manusia yang hakiki sekaligus penegasan dimensi manusia yang tinggi. "Allahu Akbar menempatkan seluruh perkara, termasuk kekuasaan dan ilmu, pada kedudukan nisbi, sehingga tidak menjadi beban abadi. Karena itu (dalam hal politik- Red.) Islam menolak sistem theokrasi. Islam hanya mengakui bentuk kekuasaan yang diperoleh melalui bai'at berdasarkan hasil musyawarah dan mufakat. Artinya, kekuasaan adalah milik Allah SWT yang dipercayakan kepada seseorang berdasarkan persetujuan bersama di antara rakyatnya."

Regu Tembak
Roger Garaudy lahir di Marseilles, Prancis, pada tahun 1913 dan tumbuh besar ketika Eropa berada dalam cengkeraman teror Nazi jerman dengan sasaran utama kaum Yahudi.
Ia adalah penganut agama Kristen Protestan dan bahkan diangkat menjadi ketua pemuda agama tersebut di negerinya. Namun ia menjadi bimbang dengan agama itu karena banyaknya pertentangan dalam kitab mereka dan kesenjangan antara ajaran dan pelaksanaan.
Tahun 1933 sampat 1939 Eropa mengalami krisis parah akibat ulah Hitler denga Nazi-nya, yang memporakporandakan arti kehidupan. Manusia seluruh Eropa diuber-uber laksana binatang dan disiksa secara menerikan. Suasana kala itu menimbulkan kecemasan akan datangnya Kiamat. Dan itu menimbulkan pelampiasan dalam dirinya dengan mencari jalan keluar. Satu-satunya penangkal adalah komunisme, dan ia menerjunkan dirinya ke sana dengan fanatik. Itu berarti ia melawan pemerintah, dan akibatnya pada September 1940 ia ditangkap dan dibuang ke kamp konsentrasi Jelfa di padang pasir Aljazair.
Tawanan Perang yang di Bunuh Nazi. Laksana kiamat.

Dalam penderitaan yang luar biasa di situ ia berhasil mengorganisir para tahanan untuk memberontak. Akibatnya ia dijatuhi hukuman mati.
Ketika pelaksanaan hukuman akan dilakukan, ia menolak ditutup matanya, "Saya ingin menikmati detik-detik akhir hidup saya sambil menatap langit yang biru dan pasir yang terbentang luas serta penjaga kamp yang beringas. Roger Garaudy tidak takut mati, "tuturnya mengenang.
Namun, meski aba-aba telah diperintahkan agar ia ditembak, suara tembakan tak kunjung terdengar. "Saya masih berdiri di tempat dengan tangan terikat ke belakang. Yang terdengar justru perdebatan antara regu tembak dan komandannya dalam bahasa Arab." 
Kenapa hari itu ia tidak jadi ditembak mati diketahuinya beberapa waktu kemudian. Ternyata karena regu penembak, yang orang Aljazair itu, dan mungkin karena berlatar belakang prajurit perang, tidak bersedia melakukan tugasnya menembak orang yang tidak bersenjata. Mereka beragama Islam dan menjalankan ajaran agamanya.

"Saya terdiam dan terharu mendengar hal itu," kenangnya. "Sungguh ajaib, tiba-tiba saya melihat Tuhan di wajah para anggota regu tembak itu. Inilah perkenalan pertama saya dengan Islam."
Namun yang lebih penting dari itu, ia mungucap syukur kepada Tuhan ketika diberi tahu hukuman matinya dibatalkan dan dilepaskan dari tahanan. Sebagai rasa terimakasih ia kemudian memilih tinggal di Aljazair beberapa tahun dan menyelami kehidupan masyarakat Aran dan mencoba mengenal lebih dalam agama mereka.
Prof. Roger Garaudy bersama Syaikh Muhammad Basyir Al-Ibrahimi
Dengan Ilmuwan Muslim. Tanpa pertentangan

Ia kemudian berkenalan dengan Syaikh Muhammad Basyir Al-Ibrahimi, ketua Persatuan Ulama negeri itu. Di kantor Ibrahimi, ia sempat tertegun melihat foto Abdul Qodir Al-Jaziri, yang terpampang di kantor syaikh tersebut. Betapa tidak. Abdul Qodir, yang ia benci setelah mati lantaran dianggap musuh nomor satu negerinya, ternyata adalah pemimpin besar Aljazair yang tidak sembarang memekikkan seruan perang jika tidak karena bangsanya dianiaya Prancis. Ia menyuarakan kerinduan bangsanya untuk mendapatkan kembali kemerdekaan dan harga dirinya. Prancis-lah yang berdosa, karena tidak mau mendengar tuntutan keadilan itu.
Semua itu diperolehnya dari Syaikh Ibrahimi, termasuk pengertian tentang Islam, yang selama ini tertutup di balik tabir fitnah dan kecurigaan bangsa Barat. "Begitu besar makna peristiwa ini sehingga saya menganggap sebagai pertemuan yang kedua dengan Islam," tulisnya.

Titik Temu
Pengenalan Islam
Aktif  Dalam Seminar  Islam. Setelah melalui pemikiran yang panjang dan mendalam

Sejak itu, jalan hidupnya masih berliku panjang. Tahun 1945 ia diangkat menjadi anggota Majelis Nasional dan senator. Namun pada tahun 1970 ia dipecat dari Partai Komunis karena dianggap sepak terjangnya merugikan perjuangan partai. Ia merasa, komunisme telah mengeksploitasi rakyat jelata sebagai jargom politik bagi kepentingan para penguasa.
Sejak itulah ia lebih banyak menulis buku yang membeberkan sisi gelap kebudayaan Barat yang menyebabkan tercerabutnya dimensi kemanusiaan dari manusia dan terpisahnya manusia dari keruhaniannya. Melalui surat kabar ia juga menyingkap niat jahat zionisme dengan bukti penyerangan Israel ke Lebanon dan pendudukan atas Jalur Gaza serta Tepi Barat Sungai Yordan dan pengukuhan Yerusalem sebagai ibu kota negara setelah dirampas dari tangan bangsa Arab. Semua itu ia bingkai dalam buku berjudul The Case of Israel. Akibatnya, ia dituduh anti Yahudi.
Pengalaman-pengalaman itu membuatnya mencari titik temu antara akal dan perasaan yang kemudian ditemukannya dalam Islam."Setelah melalui pemikiran yang panjang dan mendalam, saya putuskan memeluk agama Islam 'secara resmi' pada tanggal 2 Juli 1982, persis ketika bulan Ramadhan tahun 1402 memasuki hari kesebelas. Saya umumkan kesaksian itu di Lembaga Kebudayaan Islam Jenewa," tulisnya.
Sebetulnya ia telah lama menjalankan rutinitas ajaran Islam bersama Salma Nuruddin, yang dinikahinya, sebagai pendampingnya yang setia, dan mengganti namanya menjadi "Raja Garaudy".
 Ia kemudian menulis buku berjudul Promesses de L"Islam pada tahun 1981 dan kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh Prof. H.M Rasjidi pada tahun berikutnya dengan judul janji Islam


Bill*AP