This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label artikel. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 25 Juli 2015

Islam di Rusia (Bagian 2)

Sembunyi-sembunyi
Salah satu saksi bisu bagaimana syi'ar Islam di Rusia berkembang adalah Masjid Sabornaya atau Masjid Agung Moskow, yang berada di kawasan Prospect Mira. Maka jangan heran, masyarakat setempat menyebutnya Masjid Prospect Mira. Tempat beribadah ini juga berada persis di samping salah satu stadion terbesar Rusia, Olympic Moskow atau Olimysky. 
MASJID SABORNAYA, MASJID AGUNG MOSKOW. Kontribusi untuk para pejuang di medan perang
MASJID SABORNAYA, MASJID AGUNG MOSKOW. Kontribusi untuk para pejuang di medan perang

Meski ada empat masjid di Moskow, hanya Sabornaya yang diakui pemerintah. Adzan bebas berkumandang disini, tidak seperti di masjid lainnya. 

Sabornaya, yang dibangun tahun 1904 oleh arsitek Nikolai Alekseyevich Zhukov, pembangunannya disponsori oleh seorang saudagar, Yusupovich Yerzin. Hanya butuh waktu lima bulan untuk mendirikan tempat beribadah ini. Imam masjid pertama, Badriddin Hazrat

MUSLIMIN DAN MUSLIMAT DI RUSIA. Berbagi pengalaman dalam syi'ar Islam
MUSLIMIN DAN MUSLIMAT DI RUSIA. Berbagi pengalaman dalam syi'ar Islam
Alimov, mengajukan izin kepada pemerintah Moskow untuk menggunakan masjid itu sebagai tempat beribadah pada 27 November 1904. 

Pada perang Dunia I dan II, bangunan ini menjadi tempat penggalangan bantuan dari masyarakat untuk para pejuang di medan perang. Bahkan pernah juga digunakan sebagai tempat perlindungan.
Tahun 1960-1970, Para imam masjid mempunyai peran besar dalam mencairkan hubungan antara Uni Soviet dan dunia Islam, termasuk negara-negara Arab. Hubungan dengan negara-negara tetangga mencair. Presiden Mesir Gamal Abdul Naser, Presiden Libya Muammar Khadafi, Presiden Iran Muhammad Khatami, Presiden Turki Abdullah Gyul, PM Malaysia Mahathir Muhammad dan Presiden Indonesia pertama Soekarno, pernah berkunjung ke masjid agung ini. 

Bangunannya memang tidak memadai untuk menampung umat Islam Moskow, yang mencapai 2,5 juta jiwa. Oleh karena itu, Presiden Federasi Rusia Dimitri Medvedev pun akhirnya menyetujui bangunan ini diperluas. Luas totalnya lebih dari 26.000/m2. Kompleks itu meliputi masjid, gedung dewan pengurus, gedun serbaguna, dan tempat perbelanjaan. Masjid in mampu menampung sekitar 6.000 jama'ah.
Saya bisa merasakan semangat kaum muslim disini. Usai shalat, jama'ah biasanya saling berbagi pengalaman mereka dalam syi'ar Islam. 

Kisah yang selalu menarik perhatian sesama umat disana adalah cerita dari jama'ah yang asalnya dari Tatarstan, wilayah Rusia, yang didominasi umat muslim, dan umat dari wilayah Chechnya, yang sejak lama ingin memisahkan diri dari Rusia. 
 
SVET ZACHAROV. Cinta Indonesia
SVET ZACHAROV. Cinta Indonesia

Salah satu imam masjid Sabornaya yang saya temui, Itdar Alautdinov, mencritakan, zaman Uni Soviet, kaum muslim beribadah sembunyi-sembunyi. Jika ketahuan oleh mata-mata KGB, mereka bisa dikenai hukuman berat.

Selalu Berbatik
Pemerintah Rusia kini ingin menunjukkan keseriusan mereka, menghargai masyarakatnya memeluk agama menurut kepercayaan mereka masing-masing. Salah satunya dengan memberi izin berlangsungnya Konferensi Tingkat Tinggi Muslim yang diadakan di Pillar Hall of Unions, atau Koloni Zall, tahun 2009. Tempat ini adalah tempat dahulu mayat Lenin disemayamkan, sebelum disimpan dalam mausoleum di Lapangan Merah. 

Perwakilan dari 40 negara, termasuk Indonesia, hadir. Adalah Dewan Mufti Rusia, Organisasi Konferensi Islam atau Oki, dan Kementerian Luar Negeri Rusia yang menggagas acara ini. Syaikh Ravil Gaitnudin, pemimpin Dewan Mufti Rusia, berharap bisa mempererat hubungan Rusia dengan negara-negara muslim. Wajar, bila mengingat jumlah umat Islam Rusia hampir 25 juta jiwa. Mungkin saja, suatu saat negara ini menjadi kekuatan baru Islam dunia. 

Beruntung sekali saya bisa berkenalan dngan Svet Zacharov, salah satu peserta KTT Muslim, yang lancar sekali berbahasa Indonesia. Bukan hanya itu, beliau yang pernah bekerja sebagai wartawan di Harian Merdeka masa ke pemimpinan (alm.) B.M. Diah, paling suka mengenakan batik, tanda kecintaannya kepada Indonesia. Era 1980-an, Zacharov pernah menjabat wakil kepala penerangan Kedutaan Besar Uni Soviet di Jakarta, selain sebagai koresponden untuk Uni Soviet dan Eropa Timur. 

Zacharov, kakek tiga cucu yang sering menulis ihwal Indonesia bagi media massa Rusia, adalah alumnus Fakultas Ketimuran Jurusan Indonesia di Institut Negeri Moskow. Ia juga telah menerbitkan kamus percakapan Indonesia-Rusia. 

ST/FT: YS Daya, berbagai sumber/Thanks to: Yulika Sastria Daya & Ninok Hariyani, executive producer Jejak Islam*AP


Sumber (Majalah alKisah No. 11/ Tahun IX/30 Mei-12 Juni 2011)

Jumat, 24 Juli 2015

Islam di Rusia (Bagian 1)

Islam di Rusia (Bagian 1)

Potensial Menjadi Kekuatan Baru Islam Dunia

Yulika Sastria Daya, host JEJAK islam dan Backpacker yang rerun di TV One, ketika bertugas ke Moskow berhasil melihat perkembangan komunitas muslim di Negeri Beruang Merah itu dari dekat. Pengalamannya ia ceritakan untuk pembaca alKisah... 

RUSIA, negara yang berada di sebelah utara benua Asia dan timur benua Eropa, kini memberi kebebasan warga negaranya untuk memilih agama menurut kepercayaan masing-masing. Padahal waktu negara ini masih menjadi bagian dari Uni Soviet, ajaran agama apa pun tidak diperbolehkan berkembang disini. Seluruh tempat ibadah ditutup. Literatur agama dimusnahkan. Pemimpin umat beragama pun memperoleh tekanan keras. Mereka tidak memiliki kesempatan untuk bersosialisasi. Namun kondisi ini berubah membaik, sejak Uni Soviet jatuh tahun 1991. Rusia memberi kebebasan warga negaranya untuk memeluk agama sesuai kepercayaan mereka masing-masing. 

Mayoritas penduduk Rusia kini, hampir 80%-nya memeluk agama Kristen Orthodoks. Pemeluk agama Islam sendiri sekitar 25 juta jiwa atau 15% dari total penduduk Rusia yang keseluruhannya sekitar 145 juta jiwa.
Muslim di Rusia sebagian besar berada di Tatarstan dan Bashkirs. Sebagian lagi tinggal di antara suku bangsa minoritas, seperti Dageshtan, Ingushetia, dan Chechnya. Selain penduduk asli, status pemeluk agama Islam di sana awalnya imigran dari negara tetangga yang dulu merupakan bagian daru Uni Soviet, seperti Kirgistan, Uzbekistan, dan Kazakhstan. 

Menurut catatan sejarah, syi'ar Islam pertama kali masuk di wilayah Dageshtan pada abad kedelapan. Tahun 922 Masehi, pemerintah Islam pertama berdiri dengan nama Volgabulgaria. Tidak lama kemudian, bangsa Tatarstan ikut memeluk agama Islam, hingga akhirnya menjadi mayoritas Islam terbesar di Rusia. 

7.000 Masjid
Melihat perkembangan agama Islam di Rusia sungguh mengharukan. Tahun 1522, sejarah kelam penindasan kaum muslim di Rusia tidak bisa dilupakan. Berawal dari penakhlukan Kazan, ibu kota Tatarstan, ketika Tsar Rusia berkuasa. Masjid-masjid dihancurkan. Terjadi diskriminasi. Umat Islam disana hanya diperbolehkan bekerja di sektor rendahan. Gerak mereka dibatasi di semua bidang. 

Penderitaan kaum muslim di negara ini berlanjut dengan pengusiran bangsa Tatarstan. Mereka diminta memilih: tinggal di wilayah yang sangat jauh di Rusia, atau masuk dalam kekuasaan Ottoman Turki. Tidak mengherankan bila mayoritas bangsa Tatarstan kini tinggal jauh dari tanah airnya sendiri. 

Penderitaan umat Islam belum berakhir. Rezim komunis ketika pemerintahan Uni Soviet berkuasa melarang semua ajaran agama berkembang. Masjid-masjid ditutup dan dialihfungsikan menjadi gudang. Bahkan ketika Stalin berkuasa tahun 1944, deportasi besar-besaran terjadi. Kaum muslim terpaksa pindah ke negara satelit Uni Soviet, seperti Uzbekishtan, Kazakhstan. Ratusan ribu orang bekerja dalam skala industri massif sistem Gulag Soviet. 

Namun kondisi membaik setelah pemerintahan komunis Uni Soviet hancur tahun 1991. Kehidupan beragama, terutama syiar Islam, tidak lagi mendapat tekanan dari pemerintah. Selama 15 tahun terakhir, perkembangan muslim di Rusia meningkat 40%. Tempat beribadah pun bebas dibangun. Sekitar 7.000 masjid kini berdiri dan digunakan untuk kaum muslim beribadah.


Selasa, 21 Juli 2015

Mengungkap Pesona Halmahera Barat


Mengungkap Pesona Halmahera Barat
INDONESIA, negara yang tidak ada habisnya akan keindahan. Kultur yang beraneka ragam. Ditambah lagi adanya berlian hidup Indonesia, flora dan fauna.

Lokasi
Kabupaten Halmahera Barat berada di Pulau Halmahera yang terletak diantara 1o - 3o Lintang Utara dan 125o - 128o BT berbatasan dangan Kabupaten Halmahera Utara (Utara), Laut Maluku dan Kota Ternate (Barat), Halmahera Selatan dan Halmahera Timur (Timur), dan Kota Tidore Kepulauan (Selatan).

Luas wilayah kabupaten Halmahera Barat mencapai 22.346 km2 darat, dan 11.633,42 km2 laut. Ada sekitar 123 pulau kecil di Halmahera Barat, namun hanya 2 pulau yang berpenghuni sisanya pulau tanpa penghuni.  

Penduduk
Ada beberapa etnis yang beragam tinggal di Halmahera Barat mulai dari suku lokal dan suku pendatang. Suku lokal diantaranya suku Sahu, Loloda, Wayoli, Gamkonoro, Gorap, Tobaru dan suku Ternate. Suku pendatang seperti suku Jawa, Sangir, Ambon, Bugis, Gorontalo dan Makian. Dengan adanya banyak suku, pastinya menambah keragaman budaya di Halmahera Barat.  

Festival
Mengungkap Pesona Halmahera Barat

Festival Teluk Jailolo merupakan acara tahunan di dekat pelabuhan Teluk Jailolo. Festival itu memang dimaksudkan sebagai pintu masuk untuk menarik wisatawan datang ke Halmahera Barat. Selain itu, wisatawan juga diharapkan mengunjungi tempat wisata yang di tawarkan. Bukan hanya festival ritual adat juga menjadi magnet untuk menarik para wisatawan baik dalam maupun luar negeri. Seperti ritual adat makan bersama di rumah adat atau biasa disebut Orom Sasadu, di Desa Gamtala, Kecamatan Jailolo. Yang merupakan ritual syukur atas keberhasilan panen. Wisatawan juga dapat berbaur dengan masyarakat menikmati makanan tradisional khas Halmahera Barat dan minum saguer atau arak dari nira pohom aren.

"Makanannya enak meski agak pedas," kata salah seorang wisatawan asing sambil menikmati alunan didiwang, tifa yang terbuat dari pohon aren sekitar 3 meter, yang energik.

Orom Sasadu adalah salah satu sajian utama dalam Festival Teluk Jailolo. Dalam masyarakat adat Halbar, ritual biasanya digelar pada Maret dan Juni. Dahulu ritual adat ini bisa diselenggarakan selama 9 hari 9 malam, atau 7 hari 7 malam, 5 hari 5 malam, 3 hari 3 malam, atau hanya 1 hari 1 malam tergantung dari hasil panen. Namun sekarang umumnya hanya digelar satu hari satu malam yang diisi dengan makan dan menari.

Ritual adat lain yang disajikan dalam festival adalah sigofi ngolo atau bersih laut, yaitu membersihkan , laut dari segala niat buruk, meminta izin alam untuk memulai perayaan dengan tulus. Ritual ini digelar pada pagi hari menjelang acara puncak, yaitu pergelaran tari Sasadu on the Sea.
Ritual sigofi ngolo dilakukan dengan arak-arakan sejumlah perahu kayu bermotor yang dihiasi umbur-umbul dan janur, dari Teluk Jailolo menunju Pulau Babua di tengah Teluk Jailolo.

Wisata
Mengungkap Pesona Halmahera Barat

Mengungkap Pesona Halmahera Barat
Disamping banyak-nya wisata alam disana keindahan alam bawah laut Jailolo merupakan wisata andalan Halmahera Barat. Teluk Jailolo merupakan kawasan yang tepat untuk melakukan snorkling, fishing maupun jet sky. Selain itu, struktur bawah laut yang berbentuk menurun, keragaman biota laut yang langka seperti nudybranch, japanese spy, dan juga adanya wreck di dasar laut merupakan surga bagi para penyelam.

Industri menyelam terbilang masih muda karena baru berkembang seiring penyelenggaraan Festival Teluk Jailolo yang pertama kali diadakan pada 2009. Ada 20 tempat penyelaman di Teluk Jailolo dan 10 tempat penyelaman di Loloda yang dapat dicapai dalam waktu dua jam perjalanan laut menggunakan perahu cepat dari pelabuhan Jailolo. Wisatawan juga dapat berenang di Pantai Bubanahena yang airnya tenang dan jernih sambil menikmati pemandangan deretan Gunung Kiematubu di Pulau Tidore, Gunung Meitara di pulau Meitara, Gunung Gamalama di Pulau Halmahera, serta Gunung Hiri di pulau Hiri, sebuah pulau kecil di seberang pantai utara Pulau Ternate.

Bagi wisatawan yang tidak ingin berurusan dengn air, banyak alternatif tempat wisata bahari yang dapat dikunjungi. Paling tidak ada 13 pantai yang ditawarkan, beberapa diantaranya terdapat sumber air panas sehingga air lautnya hangat. Ini seperti Pantai Air Panas di Desa Galala, Kecamatan Jailolo, sekitar 1 kilometer dari pelabuhan Jailolo.
Sejumlah desa juga menawarkan paket wisata sesuai potendi masing-masing. Ada 10 desa wisata, salah satunya adalah Desa Gamtala yang menawarkan wisata menyusuri hutan bakau. Selain itu, masih ada wisata alam lainnya seperti Air Terjun Kahatola yang unik di Kecamatan Loloda.
Mengungkap Pesona Halmahera Barat

Memberi hasil 
Mengungkap Pesona Halmahera Barat

Dengan tema yang berbeda dari tahun ke tahun, Festival Teluk Jailolo menampilkan potensi wisata alam dan budaya setempat. Hasilnya, kunjungan wisata bertambah dari tahun ke tahun.
Berdasarkan data Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, jumlah wisatawan pada 2011 tercatat 5.945 orang, pada 2012 sebanyak 15.500 orang, dan pada 2013 sebanyak 37.186 orang.
Akses ke Halmahera Barat juga kian mudah. Setelah menempuh perjalanan udara dari Jakarta ke Ternate (Bandar Udara Sultan Babullah) sekitar 3,5 jam, wisatawan dapat melanjutkan dengan perjalanan laut menggunakan perahu dari Pelabuhan Dufadufa, Ternate, ke Pelabuhan Jailolo selama 45 menit.
Penerbangan dari Ternate ke Jailolo sudah menampakkan kemajuannya, sekarang bisa setiap saat karena ada banyak kapal. Berbeda dengan dulu kalau berangkat pagi baru bisa pulang esok hari. Jadwal penerbangan ke Ternate ada beberapa kali. Dari Jakarta ada 9 kali penerbangan, dari Surabaya ada 4 kali, Makassar 2 kali, dan Manado 2 kali. Jika ingin menginap di Jailolo, ada satu hotel dan sejumlah penginapan. Bagi wisatawan yang tidak ingin merogoh kocek besar bisa tinggal di rumah penduduk, tersedia sekitar 70 kamar, dengan tarif Rp 100.000 perkamar kapasitas dua orang. Tentunya selain lebih murah juga bisa menikmati langsung kearifan lokal.




Sumber referensi: (Kompas)

Minggu, 05 Juli 2015

Gelisah Terhadap Kepalsuan

Frop. Roger Garaudy
Frof. Roger Garaudy
"Sungguh ajaib , tiba-tiba saya melihat Tuhan di wajah para anggota regu tembak itu. Inilah perkenalan pertama saya dengan Islam."

 Roger Garaudy masuk Islam setelah melalui proses perenungan yang panjang dan mendalam. Ia membuat perbandingan yang proporsional antar agama Kristen, yang pernah dianutnya, dan pengalaman hidupnya yang penuh warna. Hingga akhirnya ia memutuskan masuk Islam pada tanggal 2 Juli 1982, bertepatan dengan 11 Ramadhan 1402 H. 
Sebelumnya ia merasa, hidupnya selalu tersiksa oleh sistem di Barat. Timbul pertentangan antara akal dan perasaan. Banyak perkara yang dalam pandangan akal dinilai benar tetapi menurut perasaan tidak benar.
"Saya berusaha mencari titik jemu antara akal dan perasaan, dan tidak dapat saya peroleh kecuali dalam Islam", katanya. "Agama ini menawarkan sejumlah dogma yang tidak hanya boleh dicerna dengan perasaan, melainkan juga dengan pikiran. Begitu banyak ayat yang membicarakan fenomena alam, tak satu pun yang bisa dibohongkan oleh sains modern."
Ia pun mengatakan, "Islam juga memberikan kepada kita pemahaman bahwa manusia dan alam dengan segala isinya adalah satu kesatuan yang tak terpisahkan, karena sama-sama makhluk ciptaan Tuhan. Dengan membina keselarasan pada titik temu antaa manusia dan alam itulah kita akan mendapatkan makna hidup. Di sana pula kita akan berhadapan dengan satu-satunya fakta, yaitu keagungan sistem totalitas yang sanggup mengatur harmonisasi alam dengan manusia dan jiwanya."
Roger Garaudy sampai pada kesimpulan, Islam diturunkan untuk menjadi pedoman manusia dalam mengelola alam, membimbing yang patut dan tidak patut dilakukan. Sebab dengan nafsu dan akalnya manusia sering mengelak dari norma-norma yang mengaturnya, sementara makhluk-makhluk lain tidak. Karena itu manusia memerlukan agama. Cukup dengan manusia beragama, otomatis makhluk-makhluk lain akan terlindungi.
Iya juga yakin, telaahnya itu tidak lahir secara emosional, karena sampai detik itu ia belum menjadi pemeluk agama Islam. "Saya hanya ingin bersikap jujur bahwa ajaran Ibrahim AS, Isa AS, dan Muhammad SAW ternyata saling menyempurnakan. Masalah itu sering dikemukakan Muhammad SAW dengan pernyataan bahwa kedatangannya tidak membawa agama baru, tetapi untuk mengingatkan manusia akan agama Nabi Ibrahim AS serta untuk meluruskan ajaran Tuhan yangsudah dibelokkan dari aslinya. Seperti perubahan ajaran Isa AS, yang tadinya monotheis mutlak menjadi semu, dengan kredo Trinitas yang dicetuskan dalam Konsili Nicea tahun 325 M."

Allahu Akbar
Selanjutnya ia mengaku bahwa titik temu terbesar dari semua kerancuannya adalah pada seruan takbir Allahu Akbar. Disitulah letak manifestasi kemerdekaan manusia yang hakiki sekaligus penegasan dimensi manusia yang tinggi. "Allahu Akbar menempatkan seluruh perkara, termasuk kekuasaan dan ilmu, pada kedudukan nisbi, sehingga tidak menjadi beban abadi. Karena itu (dalam hal politik- Red.) Islam menolak sistem theokrasi. Islam hanya mengakui bentuk kekuasaan yang diperoleh melalui bai'at berdasarkan hasil musyawarah dan mufakat. Artinya, kekuasaan adalah milik Allah SWT yang dipercayakan kepada seseorang berdasarkan persetujuan bersama di antara rakyatnya."

Regu Tembak
Roger Garaudy lahir di Marseilles, Prancis, pada tahun 1913 dan tumbuh besar ketika Eropa berada dalam cengkeraman teror Nazi jerman dengan sasaran utama kaum Yahudi.
Ia adalah penganut agama Kristen Protestan dan bahkan diangkat menjadi ketua pemuda agama tersebut di negerinya. Namun ia menjadi bimbang dengan agama itu karena banyaknya pertentangan dalam kitab mereka dan kesenjangan antara ajaran dan pelaksanaan.
Tahun 1933 sampat 1939 Eropa mengalami krisis parah akibat ulah Hitler denga Nazi-nya, yang memporakporandakan arti kehidupan. Manusia seluruh Eropa diuber-uber laksana binatang dan disiksa secara menerikan. Suasana kala itu menimbulkan kecemasan akan datangnya Kiamat. Dan itu menimbulkan pelampiasan dalam dirinya dengan mencari jalan keluar. Satu-satunya penangkal adalah komunisme, dan ia menerjunkan dirinya ke sana dengan fanatik. Itu berarti ia melawan pemerintah, dan akibatnya pada September 1940 ia ditangkap dan dibuang ke kamp konsentrasi Jelfa di padang pasir Aljazair.
Tawanan Perang yang di Bunuh Nazi. Laksana kiamat.

Dalam penderitaan yang luar biasa di situ ia berhasil mengorganisir para tahanan untuk memberontak. Akibatnya ia dijatuhi hukuman mati.
Ketika pelaksanaan hukuman akan dilakukan, ia menolak ditutup matanya, "Saya ingin menikmati detik-detik akhir hidup saya sambil menatap langit yang biru dan pasir yang terbentang luas serta penjaga kamp yang beringas. Roger Garaudy tidak takut mati, "tuturnya mengenang.
Namun, meski aba-aba telah diperintahkan agar ia ditembak, suara tembakan tak kunjung terdengar. "Saya masih berdiri di tempat dengan tangan terikat ke belakang. Yang terdengar justru perdebatan antara regu tembak dan komandannya dalam bahasa Arab." 
Kenapa hari itu ia tidak jadi ditembak mati diketahuinya beberapa waktu kemudian. Ternyata karena regu penembak, yang orang Aljazair itu, dan mungkin karena berlatar belakang prajurit perang, tidak bersedia melakukan tugasnya menembak orang yang tidak bersenjata. Mereka beragama Islam dan menjalankan ajaran agamanya.

"Saya terdiam dan terharu mendengar hal itu," kenangnya. "Sungguh ajaib, tiba-tiba saya melihat Tuhan di wajah para anggota regu tembak itu. Inilah perkenalan pertama saya dengan Islam."
Namun yang lebih penting dari itu, ia mungucap syukur kepada Tuhan ketika diberi tahu hukuman matinya dibatalkan dan dilepaskan dari tahanan. Sebagai rasa terimakasih ia kemudian memilih tinggal di Aljazair beberapa tahun dan menyelami kehidupan masyarakat Aran dan mencoba mengenal lebih dalam agama mereka.
Prof. Roger Garaudy bersama Syaikh Muhammad Basyir Al-Ibrahimi
Dengan Ilmuwan Muslim. Tanpa pertentangan

Ia kemudian berkenalan dengan Syaikh Muhammad Basyir Al-Ibrahimi, ketua Persatuan Ulama negeri itu. Di kantor Ibrahimi, ia sempat tertegun melihat foto Abdul Qodir Al-Jaziri, yang terpampang di kantor syaikh tersebut. Betapa tidak. Abdul Qodir, yang ia benci setelah mati lantaran dianggap musuh nomor satu negerinya, ternyata adalah pemimpin besar Aljazair yang tidak sembarang memekikkan seruan perang jika tidak karena bangsanya dianiaya Prancis. Ia menyuarakan kerinduan bangsanya untuk mendapatkan kembali kemerdekaan dan harga dirinya. Prancis-lah yang berdosa, karena tidak mau mendengar tuntutan keadilan itu.
Semua itu diperolehnya dari Syaikh Ibrahimi, termasuk pengertian tentang Islam, yang selama ini tertutup di balik tabir fitnah dan kecurigaan bangsa Barat. "Begitu besar makna peristiwa ini sehingga saya menganggap sebagai pertemuan yang kedua dengan Islam," tulisnya.

Titik Temu
Pengenalan Islam
Aktif  Dalam Seminar  Islam. Setelah melalui pemikiran yang panjang dan mendalam

Sejak itu, jalan hidupnya masih berliku panjang. Tahun 1945 ia diangkat menjadi anggota Majelis Nasional dan senator. Namun pada tahun 1970 ia dipecat dari Partai Komunis karena dianggap sepak terjangnya merugikan perjuangan partai. Ia merasa, komunisme telah mengeksploitasi rakyat jelata sebagai jargom politik bagi kepentingan para penguasa.
Sejak itulah ia lebih banyak menulis buku yang membeberkan sisi gelap kebudayaan Barat yang menyebabkan tercerabutnya dimensi kemanusiaan dari manusia dan terpisahnya manusia dari keruhaniannya. Melalui surat kabar ia juga menyingkap niat jahat zionisme dengan bukti penyerangan Israel ke Lebanon dan pendudukan atas Jalur Gaza serta Tepi Barat Sungai Yordan dan pengukuhan Yerusalem sebagai ibu kota negara setelah dirampas dari tangan bangsa Arab. Semua itu ia bingkai dalam buku berjudul The Case of Israel. Akibatnya, ia dituduh anti Yahudi.
Pengalaman-pengalaman itu membuatnya mencari titik temu antara akal dan perasaan yang kemudian ditemukannya dalam Islam."Setelah melalui pemikiran yang panjang dan mendalam, saya putuskan memeluk agama Islam 'secara resmi' pada tanggal 2 Juli 1982, persis ketika bulan Ramadhan tahun 1402 memasuki hari kesebelas. Saya umumkan kesaksian itu di Lembaga Kebudayaan Islam Jenewa," tulisnya.
Sebetulnya ia telah lama menjalankan rutinitas ajaran Islam bersama Salma Nuruddin, yang dinikahinya, sebagai pendampingnya yang setia, dan mengganti namanya menjadi "Raja Garaudy".
 Ia kemudian menulis buku berjudul Promesses de L"Islam pada tahun 1981 dan kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh Prof. H.M Rasjidi pada tahun berikutnya dengan judul janji Islam


Bill*AP