This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kamis, 09 Juli 2015

IBLIS Part 2 (Karya Ardy Kresna Crenata)

KAMU berhasil. Kamu dan teman-temanmu berhasil. Dengan terus melakukan upaya-upaya penolakan pembangunan gereja itu, mulai dari demonstrasi di hari Minggu ketika misa kembali dilakukan di sana, sampai pendekatan-pendekatan persuasif kepada masyarakat sekitar untuk menambah kuat dukungan, akhirnya Pemerintah Kota mengeluarkan kebijakan: menghentikan paksa pembangunan gereja itu dan menyegelnya. Kamu senang. Tentu saja. Saya pun senang karena dua hal. Pertama, saya semakin nyata membawamu menuju neraka. Kedua, saya bangga dengan apa yang telah dilakukan salah satu kerabat saya. Ia, berhasil dengan sempurna membujuk Wali Kota untuk mendukung seluruh upayamu. Meski mereka yang berada di pihak pembangunan gereja telah menempuh jalur pengadilan dan menenangkannya hingga tingkat paling tinggi di negeri ini, yang berarti putusan pengadilan tersebut mutlak dijalankan. Wali Kota tetap bergeming. Lebih jauh lagi, kerabat saya itu bahkan berhasil membuat Sang Wali Kota mengucapkan tegas bisikan-bisikannya. Salah satunya sebuah komentar yang telah kamu baca di media massa: penyegelan gereja dan pencabutan IMB yang dilakukan Pemerintah Kota adalah demi keamanan bersama. Membacanya, kamu tersenyum. Saya juga.


Tanpa sepengetahua kamu saya pernah diam-diam menemui kerabat saya itu. Kami membahas pernyataan Wali Kota itu. Pengakuannya pada saya, Meyakinkan orang itu sebenarnya tidak mudah. Pernah suatu hari ia berpikir mencabut kata-katanya dan mengeluarkan kembali izin pembangunan gereja itu, gara-gara seorang teman dekatnya mengiriminya SMS: kebenaran semestinya ditegakkan, meski itu datangnya dari yang sedikit. Beberapa malam ia tak bisa tidur memikirkannya, atau tidur tapi terbangun karena mimpi buruk. Kukatakan padamu, hampir saja ia membelot. Hampir saja. Tapi aku gencar meyakinkannya. Tapi aku teguh menghasudnya. Akhirnya, seperti yang kau tahu sekarang, ia masih setia membela mereka para pendosa itu, para pendusta itu. Hahaha...."

Setelah mendengar pengakuannya, entah kenapa, saya jadi semakin bersemangat, seperti baru saja tubuh saya ini dimasuki cairan yang memompa jantung lebih cepat. Saya berdebar-debar. Saya berdebar-debar. Saya bayangkan upaya saya ini berhasil dan kelak sungguh-sungguh kamu masuk ke neraka., seperti manusia-manusia lainnya yang pernah saya jerumuskan. Semaki hari, semakin gila saya meyakinkanmu bahwa tindakanmu ini benar. Setiap kali tampak kamu mulai ragu, seperti ketika kamu liat anak-anak yang mengikuti misa di trotoar itu menatap sedih pada matamu, saya merapatkan diri kepadamu., mendekatkan bibir saya ketelingamu, membisikkan lagi kata-kata hingga kamu kembali percaya. Seperti juga ketika kamu dan teman-temanmu menggunakan paksa trotoar di depan gereja itu untuk para pedagang lima, dan setelahnya kamu menyadari itu keliru sebab trotoar sesungguhnya adalah tempat orang berjalan kaki, bukan berjualan. Saya mati-matian membisikimu. Hingga kamu pun kembali ke dalam kuasa saya. Dan saya merasa lega karenanya. Sungguh lega. Saya tertawa dan tertawa. Tentu saja, kamu tak mendengar tawa saya itu.


                                                                 ***

MESKI saya merasa kamu telah sepenuhnya berada dalam kuasa saya, saya belum juga puas. Selanjutnya saya ajak kamu ke warnet. Saya ajak kamu mencari-cari isu pembangunan gereja yang dihentikan itu lewat internet. Saya ajak kamu membaca denga sabar forum demi forum, situs demi situs, blog demi blog. Sambil kamu terus membaca, saya terus membisiki kamu tentang perlunya memperkeruh suasana. Saya pun mengajarimu bagaimana melakukannya.

Setelah membaca habis suatu forum yang membahas hal ini, saya menyuruhmu untuk menuliskan komentar yang benar-benar menghina salah satu umat beragama. Itu tentu saja untuk memancing komentar pedas lainnya, yang bisa jadi bertentangan, atau bisa jadi mendukung. Kalau tidak ada juga yang melawan komentarmu itu, kamu tinggal menggunakan identitas lain dan berpura-pura menjadi orang yang tersinggung dan melancarkan serangan balik. Dengan kata lain, kamu menjadi dua orang dengan pendapat yang bertentangan untuk mengacaukan suatu forum. Teruslah seperti itu dan kamu akan menyaksikan sendiri komentar demi komentar lainnya bermunculan. Situasi akan semakin keruh. Kamu akan tersenyum. Saya akan kembali tertawa.

Dan malam ini adalah malam Natal. Dan telah satu jam kamu dan teman-temanmu kembali melakukan demonstrasi penolakan. Sementara mereka terus bernyanyi, kamu dan teman-temanmu terus mengganggu. Seperti halnya teman-temanmu, kamu merasa tindakanmu ini benar. Padahal, jika saja kamu mau berfikir jernis, kamu akan tahu, bahwa apa yang kamu lakukan ini adalah suatu kesalahan. Mudah saja untuk membuktikannya. Balik saja situasinya. Kamu dan teman-temanmu sedang merayakan Idul Fitri, dan mereka mengganggu kalian dengan berdemonstrasi dan bernyanyi. Bagaimana? Saya yakin seratus persen, bahkan tiga ratus persen, kalian tidak akan menerima perlakuan itu. Dan itulah yang kini sedang terjadi. Mereka berusaha bernyanyi dengan khidmat. Sementara kamu dan teman-temanmu mengganggu mereka. Untuk kesekian kalinya, saya kembali tersenyum puas dan mulai tertawa dan tertawa, sampai perut saya sungguh sakit karenanya.


(Selesai. Mereka yang mendengarkan hanya diam. Tak ada tepuk tangan. Tak seperti pembacaan sebelumnya. Lalu pelan-pelan, satu-satu, lampu-lampu lain menyala.)

                                                                      ***



Biodata Penulis
Ardy Kresna Crenata: Kuliah di Institut Pertanian Bogor, bergiat di Komunitas Wahana Telisik Seni-Sastra (WTS). Kumpulan cerpennya yang segera terbit- yang memenangkan Sayembara Buku Indie 2011- berjudul Pendamping (Indie Book Corner).

Rabu, 08 Juli 2015

Cerpen: IBLIS Part 1 (Karya Cresna Crenata)



Iblis (Karya Kresna Crenata)
(Sebuah panggung. Seseorang. Hanya satu lampu menyala.)

BAIKLAH. Saya mulai cerpen ini dengan sebuah pernyataan: saya adalah iblis. Kamu mungkin tertawa mendengarnya. Silahkan saja. Terserah. Justru semakin keras kamu tertawa, semakin kamu tidak percaya pada pernyataan saya, semakin saya diuntungkan. Karena dengan begitu, saya bias lebih leluasa mempermainkan kamu, membuatmu berfikir bahwa selama ini kamu telah berada di jalan yang benar. Padahal jalan yang kamu temouh itu adalah jalan yang salah. Terlepas dari kamu percaya atau tidak, saya lebih tahu mana jalan yang benar dan mana jalan yang salah. Adapun mengapa saya terus menempuh jalan yang salah, itu karena saya tidak punya pilihan. Tuhan-mu telah menutup pintu surge untuk saya. Betapapun saya berbuat baik untuk menebus dosa saya. Ia tak akan mengizinkan saya memasuki surga lagi. Karenanya, daripada melakukan hal yang sia-sia , lebih baik saya menjerumuskan sebanyak mungkin manusia untuk menemani saya nanti di neraka. Ya, itu jauh lebih masuk akal, bukan? Dan kamu, adalah manusa berikutnya yang akan saya jerumuskan. Dan berapa beruntungnya saya, kamu tidak menyadari upaya saya ini.
                Apa itu? Mereka sedang membangun apa?
                Mereka sedang membangun gereja.
                Gereja?
                Ya, Gereja.
                Yang benar saja? Masa ia di kawasan ini dibangun sebuah gereja.
                Memangnya kenapa?
                Di kawasan ini mayoritas penduduknya muslim.
                Kamu tersenyum. Saya pun tersenyum, tapi dengan alasan yang berbeda. Untuk kesekian kalinya saya terheran-heran , mengapa Tuhan mengutus manusia untuk berkuasa di dunia. Padahal, manusia seperti halnya kamu, begitu bodoh. Cara manusia berfikir, caramu berfikir, begitu dangkal. Kamu beranggapan bahwa di kawasan yang mayoritas penduduknya muslim tidak semestinya sebuah gereja didirikan. Kamu merasa anggapanmu ini benar. Ya, teruslah begitu. Berpeganglah teguh pada anggapanmu itu. Saya jamin, tinggal menunggu waktu sampai saya benar-benar berhasil menjerumuskan kamu. Tentu saja, saya tak mengatakan hal ini kepadamu. Alih-alih demikian, saya berbohong kepadamu dengan mengatakan bahwa anggapanmu itu memang benar. Bagi saya, satu kebohongan lagi tak jadi soal. Toh, dengan berkata jujur pun, saya tetap akan dimasukkan ke neraka. Berbohong bagi saya jauh lebih masuk akal kketimbang berkata jujur.
                Beberapa minggu kemudian, saya mengingatkan kamu akan bangunan itu. Pada awalnya kamu tak tertarik. Kamu masih yakin bahwa apa yang sedang di bangun itu bukanlah gereja. Saya kembali tersenyum. Menghadapi manusia sepertimu memang harus saabar. Saya pura-pura meengalah. Saya ajak kamu untuk menghirup udara segar, dan kamu mau. Kamu pun melangkah meninggalkan rumahmu dengan santai, sambil melihat-lihat pemandangan di kiri dan kanan. Kebetulan, cuaca hari itu cukup segar. Meskipun kendaraan
banyak berlalu lalang menyisakan asap knalpot, warna langit, bentuk awan, dan gemerisik angin di dedaunan cukup mampu mengganti kekesalanmu dengan ketenangan. Saya menemanimu. Langkah demi langkah. Detik demi detik. Sesekali saya ajak kamu memikirkan hal-hal sepele yang sama sekali tak penting. Hanya untuk mengalihkan perhatianmu. Pada akhirnya, kamu telah berada di tempat yang sama seperti waktu itu. Lihatlah, di seberang sana adalah bangunan yang waktu itu kamu tanyakan.
                Aku mendengar sesuatu dari sana. Apa yang sedang mereka lakukan?
                Kamu tidak sedang bertanya pada saya. Kamu hanya menyuarakan pikiranmu keras-keras. Kamu tahu persis apa yang sedang mereka lakukan di bangunan yang baru setengah jadi itu.
                Mereka sedang bernyanyi?
                Ya,  mereka sedang bernyanyi.
                Kebaktian?
                Ya, inikan hari Minggu, hari untuk mereka beribadah.
                Jadi bangunan itu…gereja?
                Saya menahan diri untuk tidak tertawa. Dasar bodoh. Beberapa minggu yang lalu saya katakana bahwa mereka sedang membangun gereja,tapi kamu tidak percaya.
                Saya melihat  kamu begitu terkejut. Bukan hanya itu, kamu gelisah. Kamu merasa terganggu. Barangkali, seseorang yang sejak kecil hidup di lingkungan masyarakat yang homogeny secara keyakinan sepertimu, sulit menerima kenyataan bahwa di kawasan tempat kamu tinggal, sebuah gereja akan di bangun. Jujur saja, saya tidak merasa ada yang salah dengan itu. Kalau saya boleh berpendapat, saya akan mengatakan bahwa dibangunnya gereja di seberang itu adalah sesuatu yang wajar. Lagi pula, umat Kristiani di kawasan ini bukan satu-dua orang, melainkan cukup banyak. Namun tentu saja, kepadamu, saya berbohong dengan mengatakan bahwa di kawasan ini umat Kristiani tidak cukup banyak, sehingga tidak perlu ada gereja. Menyaksiakan kamu begitu gundah, kesal, dan bahkan marah, saya bbegitu gembira. Rasanya saya semakin dekat saja membawamu ke jalan nyata menuju neraka.
                Hari itu saya  terus meyakinkan kamu bahwa pembangunan gereja itu harus di hentikan. Sekali lagi, saya berpura-pura menjadi temanmu, sahabatmu. Saya menyambut dengan hangat keinginanmu untuk membicarakan hal ini denga teman-temanmu. Saya mendukungmu sepenuhnya. Dari siang sampai sore, saya menemanimu menemui beberapa orang dan menceritakan gereja yang sedang dibangun itu. Tak setiap orang yang kamu temui tertarik dengan ajakanmu untuk menghentikan pembangunan gereja itu. Ada yang merasa itu wajar-wajar saja dan tak perlu dipermasalahkan. Kamu kesal. Saya senang. Saat itulah saya ajari kamu salah satu cara menarik massa, yaitu dengan menyampaikan hal-hal yang berlebihan. Misalnya, kamu bisa mengatakan bahwa suara dari mereka yang menyanyikan puji-pujian itubsangat mengganggu. Katakan saja bahwa suara mereka terdengar nyaring hingga ke seberang jalan, bahkan masih terdengar hingga jarak yang lebih jauh. Tentu saja itu sudah termasuk bohong. Kenyataannya saat kamu berada di seberang gereja yang sedang di bangun itu, kamu hanya mendengar samar-samar suara mereka. Tapi tak apa. Kebohongan-kebohongan kecil kadang diperlukan untuk meraih apa yang kamu inginkan.
                Malam harinya, kamu sudah berhasil meyakinkan orang-orang itu untuk mendukungmu menghentikan pembangunan gereja. Saya lalu mengusulkan kepadamu untuk mendatangi rumah Ketua RT untuk berada di pihakmu. Dan kamu berhasil. Langkah selanjutnya adalah mendatangi rumah Ketua RW, tentu saja dengan di temaani Ketua RT.
                Meyakinkan Ketua RW rupanya tidak semudah meyakinkan Ketua RT. Berbeda denganmu dan teman-teman yang kamu bawa, Ketua RW rupanya tahu betul tentang pembangunan gereja itu. Dia bahkan menyatakan tidak keberatan dan mengizinkan pembangunan gereja itu. Membiarkan dia menjelaskan lebih banyak akan membuat saya repot, sebab ada beberapa fakta yang selama ini sengaja saya sembunyikan darimu. Kalau kamu sampai mengetahui fakta-fakta itu, bahwa gereja itu sudah memiliki IMB, bahwa sudah ada izin dari penduduk setempat, bahwa hari pertama pembangunan gereja disaksikan oleh tokoh masyarakat, ulama, dan orang-orang dari Kepolisian dan Pemerintah Kota, bias-bisa kamu membanting setir, mendukung pembangunan gereja itu. Maka saya kompor-kompori kamu. Saya suruh kaamu mengompor-ngompori orang-orang yang kamu bawa. Akhirnya, terjadilah pertenngkaran hebat antara kalian dan Ketua RW. Sesungguhnya saya senang-senang saja melihat kalian bertengkar. Tapi, saya terpaksa mengusulkan kepadamu untuk menghentikan pertengkaran, sebab tujuan utama saya bias terganggu. Kamu pun akhirnya berhasil membujuk mereka untuk bicara baik-baik, dan berhasil pula untuk membuat Ketua RW berada di pihakmu, meskipun dia terlihat terpaksa. Malam itu, kalian pun sepakat untuk menyusun rencana agar pembangunan gereja itu dihentikan.
                Dan hari Minggu ini adalah untuk kesekian kalinya kamu bersama teman-temanmu melakukan demonstrasi di dekat lokasi gereja yang baru setengah jadi itu. Sayup-sayup kamu dengar suara mereka yang sedang bernyanyi di sana. Saya tau, sebenarnya kamu tidak terganggu dengan suara itu, sebab suara mereka hanya samar terdengar. Kamu justru terganggu oleh suara teman-temanmu yang denga gampangnya meneriakkan takbir, menyebut-nyebut nama Tuhan-mu, tanpa mereka benar-benar paham apa yang sesungguhnya sedang mereka lakukan, menghalangi suatu umat  beragama untuk melakukan ibadah di sebuah negeri yang menjunjung tinggi kebebasan beragama.
                Kamu terkadang meragukan tindakanmu. Pada saat itulah saya mati-matian meyakinkan kamu bahwa kamu melakukan hal yang benar. Ya, tentu saja saya berbohong. Tapi, kamu memang selalu bias saya bohongi. Kamu ini benar-benar bodoh.

Selasa, 07 Juli 2015

Tips Bermain Game Avatar World Online

Avatar World

Sobat sekalian tentunya sudah tau tentang game yang satu ini. Walaupun pemainnya masih tergolong sedikit dibandingkan avatar online Indonesia, tetapi game ini mempunyai kelebihan tersendiri. Baik dari segi zona, gift,gaya rambut maupun pakaian. Ditambah lagi dengan adanya lima jenis binatang peliharaan (kucing,kelinci,hamster,anjing super dan ular).
Hal pertama yang membuat saya tertarik bermain game avatar world online atau yang disingkat awo adalah:
-Mempunyai pohon belimbing yang buahnya bisa di panen dan bisa di tingkatkan levelnya.
-Jumlah ikan maksimal tidak hanya dua ekor seperti di aoi tapi bisa ditambah lagi apabila kita menguprage level.Begitupula dengan hewan lainnya.

Di balik beberapa kelebihan di atas, awo juga mempunyai beberapa kekurangan, diantaranya:
-Tidak bisa auto chat.Kalau sobat menggunakan auto chat, siap-siap akun sobat akan berada di tahanan. -Membeli gold atau koin di atm sedikit rumit.Sampai sekarang saya tidak tau bagaimana untuk membelinya :D.
-Mendaftar akun harus menggunakan e-mail. (waktu itu saya juga di daftarkan teman).

Langsung saja kita ke topik utama tips bermain awo.
1.Daftarlah dua akun.Akun pertama sobat bisa khususkan untuk bersosial.Akun ke dua sebaiknya spesial untuk berkebun dan meningkatkan level kebun.
2.Pada akun ke-dua tadi tanamlah mawar,tulip dan bunga matahari.Setelah sudah bisa di panen ketiga jenis bunga tadi sobat gunakan untuk membuat parfum.Walaupun lama membuatnya selama 3 hari tetapi harganya sekitar 40.000 koin.Lebih menguntungkan daripada membuat produk yang lain.
3.Sementar menunggu parfum tadi panen, tanamlah di petak sobat bibit mangga ataupun padi. karena harga jualnya sama saja.
4.Apabila parfum tadi sudah panen belilah 10 ekor ayam dan 2 ikan.Sisanya bisa di belikan petak.Lakukan hal ini berturut-turut sampai koin sobat mencukupi untuk menguprage level pohon,jumlah ikan dan jumlah hewan ternak lainnya.
5.Ingat..Jangan belikan koin sobat untuk membeli gift, pakaian ataupun pergi ke salon tapi khususkan koin tersebut untuk mengelola peternakan sobat.Inilah alasan kenapa harus mendaftar dua akun.Untuk sekedar happy-happy an, kan bisa di lakukan pada akun yang satunya.

Bagi sobat yang belum pernah mencoba game ini, cobalah sekarang dan temukan duniamu! Kalau tips ini masih kurang, jangan lupa tambahkan di kolom komentar..
Salam Gamers

Senin, 06 Juli 2015

Kiamat Pasti Terjadi

Kiamat (ilustrasi)
Telah kita ketahui bersama,semua hal yang berwujud di dunia ini pasti ada batas akhirnya.Seperti sekarang ini minyak alam sudah mulai langka, karena terus di keruk oleh manusia.Sebagian besar hutan dibabat dan menjadi salah satu faktor pemicu pemanasan global.Sampai pada masanya hal itu akan benar-benar habis.Begitu pula dunia ini, pasti akan mencapai batas akhir kehancuran.Kapan terjadinya? Wallaahu 'alam hanya Allah swt yang tahu.

 Beberapa Penjelasan Ilmiah Mengenai Kiamat -Teori Edwin P.Hubble Di dalam salah satu bukunya yang beredar tahun 1925 "The Expanding Univers" (Alam semesta gerakannya mengembang).Langit yang di dalamnya terdiri dari miliaran galaksi termasuk bintang,planet,satelit,komet dan asteoroid sebenarnya gerakannya saling mengembang.Ibarat seperti balon yang terus di tiup, lama kelamaan pengembangan itu akan meledak.Demikian pula langit yang memuat galaksi suatu saat akan meledak hancur. -Teori JH.Van Wingen Teori Wingen tak jauh berbeda dengan Teori Edwan. Alam selalu mengembang, manakala pengembangan itu sampai pada batas maksimum, maka meledaklah alam beserta seluruh bagian-bagiannya yang pada akhirnya musnah. -Teori Prof.George Ganauw "Suatu saat matahari kehabisan bahan bakarnya.Sejenak Ia akan menjadi sangat terang kemudian berangsur-angsur turun sampai mencapai 0 derajad Celcius.

Tanda-Tanda Besar Hari Kiamat 
1.Ad-Dukhon Ad-dukhon ialah asap tebal yang menyelimuti dunia.Tiba-tiba muncul hingga membuat bingung orang-orang yang tak beriman. Kalau dilihat dari Aspek kehidupan kita sekarang, dunia telah di penuhi dengan pencemaran asap.Entah berasal dari cerobong pabrik maupun asap yang tercipta dari kendaraan berbahan bakar.

2.Gerhana di Timur, di Barat dan di Wilayah Arab Gerhana ini tidak seperti gerhana lainnya yang hanya tampak pada belahan dunia tertentu dan kejadiannya juga tidak secara bersamaan.Gerhana yang di maksud adalah gerhana yang bisa tampak dari bumi belahan timur, belahan barat dan wilayah Arab sekaligus.Kalau berdasarkan peredaran alam yang normal, gerhana semacam ini mustahil terjadi.Tapi suatu saat nanti hal ini terbukti berdasar pada dalil tanda-tanda kiamat.Dan bisa terbukti pula secara ilmu Falak (astronomi) sebab perputaran alam sekarang ini sudah tidak normal.

3.Lahirnya Imam Mahdi Sabda Rasulullah Saw yang artinya: "Tidak akan binasa suatu kaum manakala aku (Nabi Muhammad saw) pemimpin pertama.Imam Mahdi pemimpin pertengahan dan Isa bin Maryam pemimpin penghabisan"(H.R.Iamam Thabrani). Menurut Imam Qurthubi Imam Mahdi lahir di akhir zaman tepatnya di Afrika. Menurut Ibnu Hajar, ketika Imam Mahdi lahir terjadilah dua kali gerhana.Pertama gerhana matahari tanggal 1 Ramadlon , dan gerhana bulan tanggal 14 Ramadhon.

4.Munculnya Dajjal Dajjal ialah bahaya besar yang belum pernah ada semenjak Nabi Adam as sampai hari kiamat.Dajjal mampu melakukan hal-hal yang diluar kebiasaan secara berlebih-lebihan yang jumlahnya tak terhitung.Dia mengatakan bahwa dirinya adalah tuhan,mata yang satu picek dan diantara kedua matanya adatulisan "kafir" (Syarah Barkawiy Lil Qanawi). Sabda Nabi Muhammad Saw ketika beliau bersama Umar bin Khathab ra : "Belum terjadi kiamat sebelum dibangkitkan para Dajjal,pembohong besar yang jumlahnya 30 orang.semuanya mengatakan bahwa mereka adalah Rasulullah".(H.R.Imam Muslim,melalu Abu Hurairah ra.).

5.Turunnya Isa Al Masih Nabi Isa as. Yang dulu diangkat oleh Alaah swt. Menghindari kekerasan kaumnya sekarang beliau diturunkan kembali untuk mengemban misi sebagai pemimpin umat Islam penghabisan.Misi Nabi Isa as. membunuh Dajjal dan menegakkan Islam dari keruntuhan yang disebabkan Dajjal. "Turunnya Nabi Isa as. Di negara Syam, di menara putih.Dialah yang membunuh Dajjal, sebab kalau Isa tidak membunuhnya, maka larutlah semua orang kepada dia sebagaimana larutnya garam dalam air.Lalu Nabi Isa Al-Masih mengerjakan Syare'at Nabi Muhammad saw".(Syarah Barkawiy).

6.Ya'juj Ma'jud Ya'juj ma'jud dan ya'jud turun dikeluarkan oleh Allah dari penghalang yang dulu dibangun oleh raja Dzul Qarnain.

7.Munculnya Dabbah Dabbah ialah hewan melata di atas bumi.Memiliki bentuk yang belum pernah manusia melihat hewan seperti tersebut. Dabbah muncul secara tiba-tiba menggertak mereka yang tidak beriman."Mengapa kamu tidak beriman!" adalah gertakan perkataan itu dijelaskan dalam Firman Allah Ta'ala (Q.S 27:82).

8.Matahari Terbit Dari Sebelah Barat Tatkala matahari diterbitkan dari sebelah barat,saat itu tobat sudah tertutup tidak di terima lagi.

9.Keluar Api Dari Yaman Sebagian ulama menjelaskan bahwa peristiwa ini terjadi tidak lama sebelum hari kiamat.Kata sebagian lagi, peristiwa tersebut terjadi setelah hari kebangkitan. setelah hari kebangkitan. dari pengamatan modern bahwa yang dimaksud api keluar dari Yaman bersinar sampai ke bushra adalah banyaknya gunung meletus menjelang kiamat.

Minggu, 05 Juli 2015

Gelisah Terhadap Kepalsuan

Frop. Roger Garaudy
Frof. Roger Garaudy
"Sungguh ajaib , tiba-tiba saya melihat Tuhan di wajah para anggota regu tembak itu. Inilah perkenalan pertama saya dengan Islam."

 Roger Garaudy masuk Islam setelah melalui proses perenungan yang panjang dan mendalam. Ia membuat perbandingan yang proporsional antar agama Kristen, yang pernah dianutnya, dan pengalaman hidupnya yang penuh warna. Hingga akhirnya ia memutuskan masuk Islam pada tanggal 2 Juli 1982, bertepatan dengan 11 Ramadhan 1402 H. 
Sebelumnya ia merasa, hidupnya selalu tersiksa oleh sistem di Barat. Timbul pertentangan antara akal dan perasaan. Banyak perkara yang dalam pandangan akal dinilai benar tetapi menurut perasaan tidak benar.
"Saya berusaha mencari titik jemu antara akal dan perasaan, dan tidak dapat saya peroleh kecuali dalam Islam", katanya. "Agama ini menawarkan sejumlah dogma yang tidak hanya boleh dicerna dengan perasaan, melainkan juga dengan pikiran. Begitu banyak ayat yang membicarakan fenomena alam, tak satu pun yang bisa dibohongkan oleh sains modern."
Ia pun mengatakan, "Islam juga memberikan kepada kita pemahaman bahwa manusia dan alam dengan segala isinya adalah satu kesatuan yang tak terpisahkan, karena sama-sama makhluk ciptaan Tuhan. Dengan membina keselarasan pada titik temu antaa manusia dan alam itulah kita akan mendapatkan makna hidup. Di sana pula kita akan berhadapan dengan satu-satunya fakta, yaitu keagungan sistem totalitas yang sanggup mengatur harmonisasi alam dengan manusia dan jiwanya."
Roger Garaudy sampai pada kesimpulan, Islam diturunkan untuk menjadi pedoman manusia dalam mengelola alam, membimbing yang patut dan tidak patut dilakukan. Sebab dengan nafsu dan akalnya manusia sering mengelak dari norma-norma yang mengaturnya, sementara makhluk-makhluk lain tidak. Karena itu manusia memerlukan agama. Cukup dengan manusia beragama, otomatis makhluk-makhluk lain akan terlindungi.
Iya juga yakin, telaahnya itu tidak lahir secara emosional, karena sampai detik itu ia belum menjadi pemeluk agama Islam. "Saya hanya ingin bersikap jujur bahwa ajaran Ibrahim AS, Isa AS, dan Muhammad SAW ternyata saling menyempurnakan. Masalah itu sering dikemukakan Muhammad SAW dengan pernyataan bahwa kedatangannya tidak membawa agama baru, tetapi untuk mengingatkan manusia akan agama Nabi Ibrahim AS serta untuk meluruskan ajaran Tuhan yangsudah dibelokkan dari aslinya. Seperti perubahan ajaran Isa AS, yang tadinya monotheis mutlak menjadi semu, dengan kredo Trinitas yang dicetuskan dalam Konsili Nicea tahun 325 M."

Allahu Akbar
Selanjutnya ia mengaku bahwa titik temu terbesar dari semua kerancuannya adalah pada seruan takbir Allahu Akbar. Disitulah letak manifestasi kemerdekaan manusia yang hakiki sekaligus penegasan dimensi manusia yang tinggi. "Allahu Akbar menempatkan seluruh perkara, termasuk kekuasaan dan ilmu, pada kedudukan nisbi, sehingga tidak menjadi beban abadi. Karena itu (dalam hal politik- Red.) Islam menolak sistem theokrasi. Islam hanya mengakui bentuk kekuasaan yang diperoleh melalui bai'at berdasarkan hasil musyawarah dan mufakat. Artinya, kekuasaan adalah milik Allah SWT yang dipercayakan kepada seseorang berdasarkan persetujuan bersama di antara rakyatnya."

Regu Tembak
Roger Garaudy lahir di Marseilles, Prancis, pada tahun 1913 dan tumbuh besar ketika Eropa berada dalam cengkeraman teror Nazi jerman dengan sasaran utama kaum Yahudi.
Ia adalah penganut agama Kristen Protestan dan bahkan diangkat menjadi ketua pemuda agama tersebut di negerinya. Namun ia menjadi bimbang dengan agama itu karena banyaknya pertentangan dalam kitab mereka dan kesenjangan antara ajaran dan pelaksanaan.
Tahun 1933 sampat 1939 Eropa mengalami krisis parah akibat ulah Hitler denga Nazi-nya, yang memporakporandakan arti kehidupan. Manusia seluruh Eropa diuber-uber laksana binatang dan disiksa secara menerikan. Suasana kala itu menimbulkan kecemasan akan datangnya Kiamat. Dan itu menimbulkan pelampiasan dalam dirinya dengan mencari jalan keluar. Satu-satunya penangkal adalah komunisme, dan ia menerjunkan dirinya ke sana dengan fanatik. Itu berarti ia melawan pemerintah, dan akibatnya pada September 1940 ia ditangkap dan dibuang ke kamp konsentrasi Jelfa di padang pasir Aljazair.
Tawanan Perang yang di Bunuh Nazi. Laksana kiamat.

Dalam penderitaan yang luar biasa di situ ia berhasil mengorganisir para tahanan untuk memberontak. Akibatnya ia dijatuhi hukuman mati.
Ketika pelaksanaan hukuman akan dilakukan, ia menolak ditutup matanya, "Saya ingin menikmati detik-detik akhir hidup saya sambil menatap langit yang biru dan pasir yang terbentang luas serta penjaga kamp yang beringas. Roger Garaudy tidak takut mati, "tuturnya mengenang.
Namun, meski aba-aba telah diperintahkan agar ia ditembak, suara tembakan tak kunjung terdengar. "Saya masih berdiri di tempat dengan tangan terikat ke belakang. Yang terdengar justru perdebatan antara regu tembak dan komandannya dalam bahasa Arab." 
Kenapa hari itu ia tidak jadi ditembak mati diketahuinya beberapa waktu kemudian. Ternyata karena regu penembak, yang orang Aljazair itu, dan mungkin karena berlatar belakang prajurit perang, tidak bersedia melakukan tugasnya menembak orang yang tidak bersenjata. Mereka beragama Islam dan menjalankan ajaran agamanya.

"Saya terdiam dan terharu mendengar hal itu," kenangnya. "Sungguh ajaib, tiba-tiba saya melihat Tuhan di wajah para anggota regu tembak itu. Inilah perkenalan pertama saya dengan Islam."
Namun yang lebih penting dari itu, ia mungucap syukur kepada Tuhan ketika diberi tahu hukuman matinya dibatalkan dan dilepaskan dari tahanan. Sebagai rasa terimakasih ia kemudian memilih tinggal di Aljazair beberapa tahun dan menyelami kehidupan masyarakat Aran dan mencoba mengenal lebih dalam agama mereka.
Prof. Roger Garaudy bersama Syaikh Muhammad Basyir Al-Ibrahimi
Dengan Ilmuwan Muslim. Tanpa pertentangan

Ia kemudian berkenalan dengan Syaikh Muhammad Basyir Al-Ibrahimi, ketua Persatuan Ulama negeri itu. Di kantor Ibrahimi, ia sempat tertegun melihat foto Abdul Qodir Al-Jaziri, yang terpampang di kantor syaikh tersebut. Betapa tidak. Abdul Qodir, yang ia benci setelah mati lantaran dianggap musuh nomor satu negerinya, ternyata adalah pemimpin besar Aljazair yang tidak sembarang memekikkan seruan perang jika tidak karena bangsanya dianiaya Prancis. Ia menyuarakan kerinduan bangsanya untuk mendapatkan kembali kemerdekaan dan harga dirinya. Prancis-lah yang berdosa, karena tidak mau mendengar tuntutan keadilan itu.
Semua itu diperolehnya dari Syaikh Ibrahimi, termasuk pengertian tentang Islam, yang selama ini tertutup di balik tabir fitnah dan kecurigaan bangsa Barat. "Begitu besar makna peristiwa ini sehingga saya menganggap sebagai pertemuan yang kedua dengan Islam," tulisnya.

Titik Temu
Pengenalan Islam
Aktif  Dalam Seminar  Islam. Setelah melalui pemikiran yang panjang dan mendalam

Sejak itu, jalan hidupnya masih berliku panjang. Tahun 1945 ia diangkat menjadi anggota Majelis Nasional dan senator. Namun pada tahun 1970 ia dipecat dari Partai Komunis karena dianggap sepak terjangnya merugikan perjuangan partai. Ia merasa, komunisme telah mengeksploitasi rakyat jelata sebagai jargom politik bagi kepentingan para penguasa.
Sejak itulah ia lebih banyak menulis buku yang membeberkan sisi gelap kebudayaan Barat yang menyebabkan tercerabutnya dimensi kemanusiaan dari manusia dan terpisahnya manusia dari keruhaniannya. Melalui surat kabar ia juga menyingkap niat jahat zionisme dengan bukti penyerangan Israel ke Lebanon dan pendudukan atas Jalur Gaza serta Tepi Barat Sungai Yordan dan pengukuhan Yerusalem sebagai ibu kota negara setelah dirampas dari tangan bangsa Arab. Semua itu ia bingkai dalam buku berjudul The Case of Israel. Akibatnya, ia dituduh anti Yahudi.
Pengalaman-pengalaman itu membuatnya mencari titik temu antara akal dan perasaan yang kemudian ditemukannya dalam Islam."Setelah melalui pemikiran yang panjang dan mendalam, saya putuskan memeluk agama Islam 'secara resmi' pada tanggal 2 Juli 1982, persis ketika bulan Ramadhan tahun 1402 memasuki hari kesebelas. Saya umumkan kesaksian itu di Lembaga Kebudayaan Islam Jenewa," tulisnya.
Sebetulnya ia telah lama menjalankan rutinitas ajaran Islam bersama Salma Nuruddin, yang dinikahinya, sebagai pendampingnya yang setia, dan mengganti namanya menjadi "Raja Garaudy".
 Ia kemudian menulis buku berjudul Promesses de L"Islam pada tahun 1981 dan kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh Prof. H.M Rasjidi pada tahun berikutnya dengan judul janji Islam


Bill*AP

Sabtu, 04 Juli 2015

Cerpen: BENALU part 2 (Karya Sandza)

Cerpen Benalu
"Kamu siapa?" Sebatang kuntum bunga yang tubuhnya menghembuskan wangi kasturi menyapaku yang sedang kebingungan.
"Aku pohon.....pohon...." Ah, aku benar-benar tidak tahu kalau akau ini pohon apa.
"Pohon?" kuntum bunga itu mengernyitkan keningnya tiga lipat.
"Iya, memangnya kenapa? Memangnya ada yang aneh denganku?"
"Kamu kelihatan berbeda saja. Di kebun ini tidak ada yang memanjatkan doa seperti yang kamu lakukan."
Kuntum bunga itu tersenyum manis sekali. Mulut daunnya tidak menyanyikan nada sinis atau memasang wajah masam. Damai. Sejuk. Aku seperti berada di negeri khayalan.
"Jadi aku ini bukan pohon, ya?"
"Siapa yang mengatakan kamu bukan pohon? Kamu hanya berbeda saja. Itu hasil pengamatanku."
"Pantas saja mereka mengatakan ibuku, ayahku, bibiku, pamanku, dan beberapa tetanggaku dengan sebutan benalu."
"Benalu? Siapa yang mengatakan keluargamu benalu?"
"Pohon mangga, pohon apel, bunga mawar, bunga anggrek, dan pohon-pohon lainyya yang berada di kebun tempat tinggal ku".
"Pohon seperti itukah yang kau maksud?" Telunjuk kuntum bunga menunjuk sekumpulan pohon dengan buah berkulit hijau yang baru dilihat saja, ranumnya sudah terasa.
"Itu pohon apa?"
"Itu kan pohon mangga. Kamu tadi menyebut nama pohon itu, kan?"
"Iya. Tapi di kebun tempat tinggalku, pohon yang mengaku dirinya pohon mangga tidak pernah berbunga, apalagi berbuah. Yang ada hanyalah ranting-ranting kering dengan urat-urat panjang siap mencambuki siapa saja yang ada didekatnya."
"Wah mana ada pohon mangga seperti itu? Emmhh....atau yang seperti itu?" Kuntum bunga wangi itu menunjuk pohon dengan kelopak merah indah.
"Itu apa?"
"Itu namanya bunga mawar."
"Wah indah sekali, ya. Di kebun tempat tinggalku, pohon yang mengaku bunga mawar itu tidak ada indahnya, kelopaknya berwarna hitam pekat, berbau tidak sedap, dan selalu memuntahkan benang sari beracun."
"Penghuni kebun tempat tinggalmu pohon-pohon kan?"
"Ya, mereka mengaku kalau mereka itu pohon. Hanya keluargaku saja yang disebut benalu oleh mereka."

Bunga yang tak henti-hentinya mengeluarkan wangi di tubuhnya itu akhirnya menuntunku dengan lembut. Kesabarannya telah membuktikan suatu metamorfosis sesungguhnya. Dididiknya aku untuk menjadi pohon sesungguhnya. Higga usiaku menginjak ranah dewasa, aku telah berhasil menjadi pohon dan meninggalkan gelar benalu yang sudah melekat erat semenjak lahir.Ketika kutanyakan apakah aku sudah menjadi pohon sejati, dia menjawab: aku akan menjadi pohon sejati jika sudah mengubah benalu menjadi pohon dengan kelembutan, kesabaran, dan keikhlasan, bukan dengan kekerasan. Maka, ketika aku dirasa memiliki daya yang cukup, aku pamit pulang kembali ke kebun tempat tinggalku.

Alangkah terkejutnya aku, ketika kebun tempat tinggalku sudah bertebaran bola-bola api yang siap melahap siapa saja yang tersambar olehnya. Mataku membulat besar sekali. Kalau bisa, ingin melebihi besarnya bola api itu kala kulihat pemilik kebun masih ongkang-ongkang kaki seperti melihat pertunjukan hiburan gratis. Padahal, telingaku dari jauh tadi sudah mendengar suara lolongan panjang meminta keadilan.

Semakin mendekat, semakin aku mengetahui apa yang terjadi di kebun tempat tinggalku. Dulu, mungkin aku tidak mengerti. Ketika mereka mengatakan keluargaku benalu adalah sebangsa kerajaan pohon. Oh tidak, mataku kini telah dewasa, kepalaku kini sudah bisa membedakan yang mana pohon, yang mana benalu. Ternyata, mereka lebih benalu daripada ibu, ayah, paman, dan bibiku!

                                                                                     ***





Biodata Penulis
Sandza adalah nama pena dari Irwan Sanja. Pengajar salah satu Lembaga Pendidikan Mental Aritmatika di Kota Sumedang, Jawa Barat. Karya-karyanya diterbitkan dalam 20 buku antologi bersama. Penulis bisa dikenaal lebih dekat di akun FB: Ir-one Sandza dan e-mail: irwansanja@rocketmail.com.

TERUNGKAP Ibu Sarada Adalah Sakura

NARUTO
Naruto Gaiden chapter 1 sudah membuat banyak fans bertanya siapa ibu Sarada sebenarnya. Hal itu dapat dilihat dari penampilan Sarada yang memakai kacamata seperti Karin. Ditambah lagi, ketika insiden rumah Sarada dan Sakura roboh, bingkai foto keluarga uchiha tersebut pecah. Terlihat apa yang sebenarnya ada dibalik foto itu. Ya, foto Sasuke bersama regu elang. Jugo dan Suigetsu di kiri dan Karin di sebelah kanan Sasuke, seperti sepasang kekasih. Sarada memperhatikan lekat foto Karin, dan mulai berfikir yang tidak-tidak ketika sadar ia mirip dengan wanita itu, yang pasti sama-sama memakai kacamata. Sedangkan kedua orang tuanya saja tidak memakai kacamata.

Pada chapter 7, ketika Suigetsu mengecek DNA Sarada dengan DNA Karin ternyata sama. Tentu saja ini membuat fans SasuSaku galau dan hampir putus asa. Eittts.. .Tapi ini belum apa-apa, selama SasuKarin belum ada lampu hijau dari Kishimoto jangan terlalu risau ya.

Yang menarik, saat ada suatu forum yang memperdebatkan masalah ibu kandung Sarada. Ada yang mengatakan itu anak haram sasukarin lah, ada juga yang tetap mempertahankan sasusaku, bahkan sampai mengaitkan sasunaru. Alih-alih dapat pencerahan, malah semakin tidak masuk akal. Sudah capek dengan perdebatan yang tidak jelas, salah satu peserta diskusi mengatakan "Itu anak gueh," ucapnya. (Mangkanya anak di jaga kang, noh malah masuk komik ^x^ ).

 Semua keraguan terjawab di chapter 10. Bahwa sebenarnya Sarada adalah anak Sakura. Karena Sarada memiliki kekuatan seperti Sakura, saat melawan Shin. Di sini Karin juga menjelaskan masalah DNA. Saat itu Sakura yang sedang mengandung menyusul sasuke, bersama dengan Karin dan seorang lagi tidak tahu siapa. Tapi Sakura malah melahirkan di tempat persembunyian mereka. Karin sendirilah yang membantu proses kelahiran. Lalu DNA yang ada di meja Karin, " Antara milik Sakura atau Sarada", tuturnya pada Suigetsu.

Jadi sudah jelaskan bahwa Sarada adalah anak Sakura. Fans sasusaku sekarang dapat bernafas lega. Kalian dapat bernafas lega namun saya tidak. Kenapa? Capek ngetik ^o^

. Akhirnya, salam perdamaian untuk Narutonian.